• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • GIF Fasilitasi Masyarakat ...

GIF Fasilitasi Masyarakat Belitung Budidaya Ikan di Cekungan Bekas Tambang

Kamis, 01 Mei 2025, 20:20 WIB

JAKARTA - Organisasi nirlaba yang didirikan oleh Grup GoTo, GoTo Impact Foundation (GIF), bekerja sama dengan changemakers, pemangku kepentingan, dan masyarakat setempat, menghadirkan inovasi "Berikanesia Lestari" untuk mendukung ekonomi biru di Pulau Belitung. Inisiatif ini menargetkan pengurangan limbah ikan, penyediaan pakan terjangkau, dan peningkatan pendapatan masyarakat hingga 25 persen.

Ketua GoTo Impact Foundation Monica Oudang, menjelaskan bahwa Berikanesia Lestari merupakan konsorsium dari tiga organisasi, yaitu Ikanesia, Berikan Protein, dan Selaras Muba Lestari. Inisiatif ini lahir dari program unggulan Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 yang diinisiasi GoTo Impact Foundation untuk mempercepat inovasi akar rumput di berbagai daerah.

Ket. Foto: Rehabilitasi kulong (cekungan berisi air) untuk budidaya ikan air tawar bernutrisi. Lahan bekas tambang diubah menjadi ekosistem budidaya ikan air tawar bernutrisi, seperti ikan bandeng, untuk menciptakan alternatif ekonomi bagi mantan penambang. — Sumber: GoTo Impact Foundation

“Transformasi membutuhkan keberanian untuk mencoba dan melihat peluang baru di balik setiap tantangan. Sejak empat tahun lalu,  dari pengalaman mendampingi 138 changemakers di enam wilayah Indonesia, kami belajar bahwa inovasi dari akar rumput, jika digerakkan oleh lintas sektor menyumbangkan waktu, keahlian, dan sumber daya akan menciptakan perubahan yang nyata dan berdampak luas,” ucapnya melalui keterangan tertulis pada hari Rabu (30/5).

Proyek Berikanesia Lestari bekerja sama dengan kecamatan dan desa di Pulau Belitung: Air Seruk, Tanjung Binga, dan Tanjung Pandan untuk bersama-sama mengatasi tantangan lokal dan mendorong solusi berkelanjutan di area masing-masing.

Desa Air Seruk, memiliki potensi alam yang besar dalam sektor pertanian dan perikanan, ironisnya, angka stunting di wilayah tersebut mencapai 18,37 persen, salah satu yang tertinggi di Kecamatan Sijuk dan jauh dari target penurunan prevalensi stunting nasional yang diharapkan mencapai 14 persen.

Sementara itu, di Kecamatan Tanjung Pandan dan desa Tanjung Binga yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan, masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah pasar ikan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini berpotensi merusak ekosistem laut dan mendorong kenaikan harga ikan dalam jangka panjang.

Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, Muhammad Farhan Yusron, Perwakilan Konsorsium Berikanesia Lestari, membagikan empat strategi utama yang diharapkan dapat menciptakan multiplier effect (efek berganda) di bidang ketahanan pangan, lingkungan, dan kesehatan di ketiga wilayah tersebut:

Pengolahan limbah ikan menjadi pakan terjangkau. Langkah yang dilakukan dengan mengolah limbah ikan diolah menjadi pelet ikan berkualitas tinggi dan murah, yang diolah dengan mesin secara higienis dan telah melewati hasil uji proksimat.

Rehabilitasi kulong (cekungan berisi air) untuk budidaya ikan air tawar bernutrisi. Lahan bekas tambang diubah menjadi ekosistem budidaya ikan air tawar bernutrisi, seperti ikan bandeng, untuk menciptakan alternatif ekonomi bagi mantan penambang.

Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Caranya dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan UMKM untuk mengolah dan memasarkan produk perikanan hasil budidaya ikan di lahan bekas tambang.

Edukasi gizi, pendampingan, dan pemantauan anak. Program ini mencakup edukasi gizi untuk ibu balita dan kader kesehatan masyarakat, intervensi makanan tinggi protein menggunakan produk budidaya ikan, serta pemantauan rutin status gizi anak menggunakan indikator berat dan tinggi badan.

Melalui keempat strategi ini, 123 masyarakat yang mendapat pelatihan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan mereka sebesar 15–25% di atas Upah Minimum Daerah, sekaligus memperbaiki status gizi balita hingga 30 persen.

Berikanesia Lestari juga akan ditopang oleh kolaborasi erat dengan kelompok nelayan dan petani tambak dalam mengolah limbah ikan. Program ini menargetkan produksi 40.000 kg pakan ikan dengan harga jual 53 persen lebih murah dari harga pasar. Untuk budidaya ikan air tawar bernutrisi di kulong, Berikanesia Lestari akan berkoordinasi dengan dinas setempat untuk memastikan standar keamanan lahan bekas tambang.

Menanggapi inovasi tersebut, Syamsir, S.I.Kom., Wakil Bupati Belitung, mengapresiasi inisiatif ini yang sejalan dengan rencana ekonomi biru dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045. Ia mengatakan Ekonomi Biru merupakan fokus utama Kepulauan Bangka Belitung karena dapat menumbuhkan perekonomian sekaligus mewujudkan kelestarian lingkungan dan sosial.

“Dalam mewujudkannya, kolaborasi lintas sektor dari tingkat pusat, daerah, hingga swasta dan masyarakat merupakan hal yang penting. Kehadiran Berikanesia Lestari menjadi langkah awal yang berarti untuk mendorong Bangka Belitung kembali bangkit dan berdaya secara mandiri,” paparnya.

“Berikanesia Lestari, merupakan bukti nyata atas kepedulian anak-anak bangsa mengatasi tantangan di daerahnya dengan kreasi yang solutif dan inovatif. Sudah saatnya kita Berani untuk Berdaya dari cara penyelesaian lama dan hambatan yang menghalangi kolaborasi,” tutup Monica.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.