Pelajar Bangka Tengah ikuti pelatihan digital kreator

Selasa, 29 Apr 2025, 22:00 WIB

Koba, Babel -- Sejumlah pelajar SMA Negeri 1 Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengikuti pelatihan digital kreator yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, Sumatera Utara.

"Pelatihan ini sebagai realisasi dari program pelatihan digital talent scholarship dalam rangka Digital Entrepreneurship Academy (DEA) dan Thematic Academy (TA)," kata Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, usai membuka kegiatan tersebut di SMA Negeri 1 Koba, Selasa.

Ket. Foto: Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman saat membuka pelatihan digital talent scholarship (DTS) bagi pelajar SMAN 1 Koba, Selasa (29/4). — Sumber: ANTARA/Ahmadi

Digital kreator adalah seseorang yang membuat dan membagikan konten digital di berbagai platform online, seperti YouTube, Instagram, TikTok, atau blog. Konten yang dibuat bisa berupa video, foto, tulisan, ilustrasi, podcast, atau bentuk digital lainnya.

"Digital kreator biasanya menggabungkan kreativitas dan teknologi untuk menyampaikan pesan, menghibur, mengedukasi, atau mempengaruhi audiens. Mereka bisa bekerja secara independen (sebagai influencer atau freelancer), atau berkolaborasi dengan brand dan perusahaan untuk tujuan pemasaran atau kampanye digital," katanya lagi.

Algafry menjelaskan, pelatihan ini merupakan bentuk kemudahan bagi pelajar SMA Negeri 1 Koba, serta para guru dalam mengembangkan keterampilan digital.

"Pelatihan sudah dimulai sejak kemarin untuk umum, khususnya untuk UMKM di Kabupaten Bangka Tengah mengenai pengenalan digital marketing dalam berbisnis dengan memanfaatkan sosial media dan digitalisasi, serta pengenalan mengenai video content creator," ujar Algafry.

Algafry mengatakan, pelajar dan guru di SMA Negeri 1 Koba akan mendapatkan pelatihan mengenai digital creator and data analytic.

"Saya merasa senang dan bangga karena Kabupaten Bangka Tengah diberi dukungan berupa pelatihan oleh Kominfo Medan," ujarnya.

Algafry Rahman juga berharap dengan adanya pelatihan ini, siswa yang ingin menjadi content kreator telah memiliki ilmu dan wawasan yang memadai. Namun, ia menekankan pentingnya menyeimbangkan pengetahuan tersebut dengan pemahaman agama yang baik.

"Semua ilmu bila dilakukan dengan baik akan menjadi manfaat. Namun, bila pemanfaatan ilmu dalam hal yang negatif justru akan merugikan berbagai pihak," ujarnya pula.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.