Korsel Kecam Pengerahan Pasukan Korut ke Russia

Selasa, 29 Apr 2025, 02:15 WIB

 - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengkritik keras Korea Utara (Korut) yang mengkonfirmasi pernah mengirimkan pasukannya ke Russia.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Jeon Ha-kyu, menyatakan pada Senin (28/4) bahwa pengerahan pasukan Korut ke Russia itu merupakan tindakan ilegal yang melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Ket. Foto: Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Jeon Ha-kyu — Sumber: Yonhap

Selain itu hal tersebut dinilai sangat menghancurkan perdamaian dan keamanan dunia internasional, terutama di wilayah Indo-Pasifik, Eropa, dan lainnya.

Sebelumnya kantor berita KCNA mengatakan bahwa pemimpin Korut, Kim Jong-un, telah membuat keputusan untuk mengerahkan pasukan berdasarkan perjanjian kemitraan strategis komprehensif yang ditandatanganinya dengan Presiden Russia, Vladimir Putin, tahun lalu. Laporan tersebut menandai konfirmasi pertama Korut atas pengerahan pasukan ke Russia, beberapa bulan setelah ribuan pasukan Korut dikirim ke Rusia.

Pyongyang mengklaim bahwa pengiriman pasukan ke Russia sesuai dengan perjanjian kemitraan strategis dan komprehensif antara Korut dan Russia.  Namun Jeon mengatakan klaim ini dinilai sebagai tindakan menipu yang menutupi perbuatan ilegal.

Jeon juga menekankan bahwa militer Korsel dengan komunitas internasional mengecam keras aksi yang tidak manusiawi dan ilegal. 

Di hari yang sama, juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Koo Byoung-sam menyatakan bahwa pengerahan pasukan Korut ke Russia untuk perang invasi ke Ukraina, merupakan provokasi besar yang mengancam keamanan seluruh dunia. Oleh karenanya ia mendesak Korut untuk segera menarik pasukannya dari Russia. SB/KBS/NHK/I-1

  • Russia

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.