Peletakan Batu Pertama Flyover Sitinjau Lauik Digelar Awal Mei
📅 Jumat, 25 Apr 2025, 13:32 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Andre Rosiade mengatakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dijadwalkan pada awal Mei 2025.
"Saya bertemu langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum dan menyampaikan bahwa groundbreaking Flyover Sitinjau Lauik yang akan kita laksanakan di minggu pertama Mei," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI asal Provinsi Sumbar Andre Rosiade melalui keterangannya yang diterima di Padang, Jumat.
Rencananya peletakan batu pertama pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dihadiri langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Selain itu, Dody Hanggodo juga akan berkunjung ke beberapa daerah di Sumbar terkait rencana pembangunan sejumlah infrastruktur.
Bersama Andre Rosiade Menteri Pekerjaan Umum akan bertolak ke daerah Solok untuk meninjau langsung kondisi Air Dingin serta Jalan Payakumbuah Lintau. Apabila tidak ada perubahan kedua ruas jalan itu dikerjakan tahun ini guna mendukung kelancaran mobilitas serta mempercepat laju pertumbuhan masyarakat.
"Jadi, pertama Menteri akan melaksanakan peletakan batu pertama Flyover Sitinjau Lauik dulu, setelah itu meninjau Jalan Air Dingin serta Jalan Payakumbuah Lintau," ujar Wakil Ketua Komisi VI yang salah satunya bermitra dengan Kementerian BUMN.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak hanya itu, selama di Ranah Minang, Andre juga berupaya mempertemukan Menteri Pekerjaan Umum dengan Wali Kota Padang dan Wali Kota Bukittinggi dalam rangka pencegahan banjir, dan pembangunan Pasar Bawah serta pembangunan fasilitas air bagi masyarakat.
"Inilah Komitmen Presiden Prabowo untuk membangun Sumatera Barat," kata dia.
Sebelumnya, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya (HK) Adjib Al Hakim memperkirakan pengerjaan Flyover atau jalan layang Sitinjau Lauik yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok, Provinsi Sumatera Barat rampung dalam kurun waktu 2,5 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Proyek bernilai Rp2,793 triliun ini diperkirakan akan selesai dalam waktu 2,5 tahun masa konstruksi, dan 10 tahun masa operasi," kata EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!