Swiatek Bangkit Usai Skandal Doping: “Sudah Lewati yang Terburuk”
Kamis, 24 Apr 2025, 10:00 WIBMADRID â Petenis peringkat dua dunia, Iga Swiatek, mengakui sistem anti-doping yang ketat di dunia tenis bisa sangat membebani mental, namun ia merasa telah melewati fase terberat usai kasus doping yang menimpanya tahun lalu.
Swiatek sempat menjalani larangan bertanding selama satu bulan setelah terbukti positif mengonsumsi trimetazidine, zat terlarang yang secara tidak sengaja ia konsumsi melalui suplemen melatonin yang terkontaminasi.
âSetelah beberapa tahun, kamu jadi terus memikirkan hal ini. Rasanya bikin cemas, dan saya tidak hanya bicara tentang diri saya. Tapi saya sudah terbiasa dan sudah melalui yang terburuk. Saya bisa kembali dan menyelesaikan semuanya, jadi rasanya sekarang tidak ada yang bisa menghentikan saya,â ujar Swiatek dalam konferensi pers jelang Madrid Open, Kamis (24/4).
Insiden serupa juga menimpa petenis Italia Jannik Sinner, yang saat ini sedang menjalani hukuman larangan bertanding selama tiga bulan setelah dua kali positif zat terlarang clostebolâyang menurut penyelidikan masuk ke tubuhnya lewat semprotan obat luka dari fisioterapisnya.
Kedua kasus ini memicu kekhawatiran luas di kalangan petenis profesional, terutama terkait sistem whereabouts, yang mewajibkan atlet melaporkan lokasi mereka selama satu jam setiap hari sepanjang tahun agar siap untuk pengujian acak.
âSistem ini bisa sangat menyulitkan, terutama saat kami bepergian. Kami harus selalu mencatat di mana kami berada, dan jika lupa, bisa dianggap âno showâ. Tiga kali no show bisa berujung larangan bertanding,â jelas Swiatek.
Rekan Swiatek, petenis Tunisia Ons Jabeur, turut mengungkap dampak psikologis dari tes doping mendadak. âSaya trauma setiap kali bel pintu berbunyi pukul lima pagi. Saya tahu menjaga olahraga tetap bersih itu penting, tapi saya juga sangat khawatir,â ujarnya.
Kedua petenis ini menyerukan pemahaman yang lebih manusiawi dari otoritas anti-doping terhadap dinamika dan mobilitas tinggi dalam tur tenis profesional, tanpa mengabaikan integritas olahraga.
Setelah melewati badai, Swiatek kini menatap kompetisi dengan penuh keyakinan. Madrid Open menjadi salah satu ajang pemanasan penting menuju Roland Garros, di mana Swiatek akan berusaha mempertahankan dominasinya di lapangan tanah liat.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Risiko Memaksakan Diri Berolahraga setelah Beribadah Puasa
-
Cuaca Jakarta Selasa Cerah Berawan dari Pagi hingga Malam, Suhu Tertinggi 35 Derajat Celsius
-
Dishub Ambon Tingkatkan Patroli Berantas Parkir dan Juru Parkir Liar
-
Antonelli Pimpin Dominasi Mercedes di Suzuka, Verstappen Terpuruk di Kualifikasi
-
Polri Bangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Semarang
-
Cuaca Jakarta Diprakirakan Hujan Sejak Sore hingga Malam
-
Apindo Papua Gerakkan UMKM, Dorong Ekonomi Bumi Cenderawasih Lewat Ekosistem Usaha Baru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.