Pedestrian Deck Dukuh Atas Mulai Dibangun, Integrasikan 6 Moda Transportasi

Minggu, 21 Jun 2026, 16:00 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencanangkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (21/6). Proyek tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus langkah memperkuat sistem transportasi publik terintegrasi di ibu kota.

Pedestrian deck yang ditargetkan selesai pada akhir 2028 itu akan menghubungkan enam moda transportasi utama yang beroperasi di kawasan Dukuh Atas. Integrasi tersebut mencakup MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Transjakarta, dan LRT Jakarta.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencanangkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (21/6). Proyek tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus langkah memperkuat sistem transportasi publik terintegrasi di ibu kota. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Menurut Pramono, pembangunan infrastruktur ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berpindah antarmoda transportasi. Kehadiran jalur penghubung tersebut juga diharapkan mampu menciptakan perjalanan yang lebih nyaman, efisien, dan terintegrasi bagi pengguna transportasi umum.

"Jakarta saat ini telah menjadi kota kedua dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik," ujar Pramono.

Selain berfungsi sebagai jalur penghubung, Pedestrian Deck Dukuh Atas juga akan menjadi bagian dari transformasi kawasan Sudirman-Dukuh Atas menjadi pusat aktivitas perkotaan yang lebih modern dan ramah pejalan kaki. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memberikan akses yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas.

Pramono menjelaskan, keberadaan pedestrian deck akan memperkuat konektivitas kawasan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna transportasi umum. Dengan akses yang lebih mudah, masyarakat diharapkan semakin terdorong menggunakan angkutan massal dibandingkan kendaraan pribadi.

"Kehadirannya akan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda transportasi publik. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada akhir 2028," katanya.

Pemprov DKI Jakarta juga menargetkan proyek ini dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi kawasan sekitar. Selama proses pembangunan berlangsung, proyek tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru dan mendorong aktivitas ekonomi di wilayah Dukuh Atas.

Setelah beroperasi, konektivitas yang semakin baik diyakini mampu meningkatkan daya tarik kawasan bagi pelaku usaha, investor, hingga sektor komersial lainnya. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek transportasi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi perkotaan.

Dalam pelaksanaannya, proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas akan membuka peluang penerapan skema pembiayaan kreatif melalui kolaborasi dengan sektor perbankan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta berbagai pemangku kepentingan. Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pramono menegaskan pola kolaboratif menjadi salah satu strategi penting untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Ia berharap proyek tersebut dapat berjalan sesuai jadwal dengan tetap mengutamakan keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan masyarakat.

"Saya berharap pembangunan ini dapat berjalan tepat waktu dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.