Jakarta Tertinggal di GCI Asia Tenggara

Kamis, 24 Apr 2025, 01:10 WIB

Jakarta - Peringkat DKI Jakarta dalam indeks kota global (Global City Index/GCI) menempati nomor 74 atau tertinggal dari kota-kota lain di Asia Tenggara seperti Kuala Lumpur, Bangkok, Manila dan Singapura.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 Provinsi DKI Jakarta, di Jakarta, Rabu (23/4).

Ket. Foto: Tomsi Tohir Sekjen Kemendagri - Peringkat GCI Jakarta ini menjadi terendah selama enam tahun terakhir sehingga dapat dilihat DKI semakin tertinggal dibandingkan dengan kota-kota global. — Sumber: istimewa

Seperti dikutip dari Antara, Tomsi merinci peringkat Kuala Lumpur berada di posisi 72, Manila (70), Bangkok (45) dan Singapura (10).

"Peringkat GCI Jakarta ini menjadi terendah selama enam tahun terakhir sehingga dapat dilihat DKI semakin tertinggal dibandingkan dengan kota-kota global, lainnya di kawasan Asia Tenggara" kata dia.

Tomsi mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI perlu meningkatkan peringkat Jakarta dengan berbagai strategi antara lain dengan mewujudkan sektor ekonomi yang mapan dan terkoneksi secara global serta mengembangkan ekosistem "start-up" digital. Salah satunya adalah layanan publik.

Kemudian, menciptakan kota layak huni dengan menyediakan fasilitas kesehatan, pendidikan, perumahan atau hunian yang layak dan terjangkau.

Selanjutnya mengembangkan moda transportasi dan infrastruktur yang terkoneksi secara intra dan interkota, terutama dalam konteks kawasan aglomerasi.

Upaya lainnya, yaitu menjadikan DKI Jakarta sebagai lingkungan yang bersih dan nyaman, berkelanjutan dengan kualitas lingkungan perkotaan yang baik, terutama pengelolaan sampah, sanitasi air dan limbah.

Lalu, memaksimalkan mitigasi bencana.  Misalnya, kualitas udara, hasil uji emisi dan pengembangan sistem pengendalian banjir serta sistem cepat respons masyarakat.

Dorong Inovasi

Adapun terkait penyusunan RPJMD tahun 2025-2029 dan RKPD tahun 2026, Tomsi berharap Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kualitas koordinasi dan partisipasi lintas sektor dan tingkatan pemerintahan.

Kemudian, mendorong inovasi, akselerasi program-program inti dan mewujudkan Jakarta sebagai kota global dalam konteks kawasan aglomerasi.

"Penyusunan RPJMD tahun 2025-2029 dan RKPD 2026 ini sangatlah penting. Tanpa tersusun dengan baik, maka pelaksanaan pembangunan daerah akan kehilangan fokus serta rentan tumpang tindih antarprogram serta sulit mengukur kinerja dan capaian pembangunan secara akurat," katanya.

Ketertinggalan ini menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah dan nasional untuk melakukan percepatan transformasi kota. Dibutuhkan langkah konkret dalam meningkatkan layanan publik, memperkuat sistem transportasi, serta mendorong inovasi dan keberlanjutan untuk menjadikan Jakarta kota yang lebih kompetitif secara global.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania mengatakan pihaknya telah melakukan studi komprehensif bersama firma konsultan manajemen Kearney untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan posisi Jakarta.

"Kami sudah melakukan studi secara komprehensif bersama Kearney menggunakan dimensi-dimensi kota global untuk mengidentifikasi posisi Jakarta saat ini apa saja yang menjadi gap statusnya dan mana yang perlu diperbaiki," jelas dia beberapa waktu lalu.

Salah satu dimensi yang dimaksud yakni sumber daya manusia (SDM). Pemprov DKI Jakarta akan mempersiapkan tenaga kerja yang kompetitif serta memfokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan.

  • gci asia tenggara

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.