Junta Perpanjang Gencatan Senjata

Rabu, 23 Apr 2025, 02:30 WIB

YANGON - Junta Myanmar pada Selasa (22/4) mengumumkan perpanjangan gencatan senjata hingga 30 April setelah bulan lalu negaranya diguncang gempa bumi dahsyat. Pengumuman itu disampaikan setelah kelompok-kelompok bantuan dan mediator internasional menyerukan perpanjangan untuk memudahkan upaya bantuan.

Junta, yang merebut kekuasaan dalam kudeta 2021 yang memicu perang saudara banyak pihak, mengatakan akan berhenti menyerang banyak lawan bersenjata menyusul gempa berkekuatan 7,7 yang telah menewaskan lebih dari 3.700 jiwa.

Ket. Foto: Pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing — Sumber: AFP/Myanmar Radio and Television

Pemantau konflik dan penduduk di zona tempur mengatakan pertempuran berlanjut di kedua sisi selama gencatan senjata 20 hari yang akan berakhir pada Selasa, hingga memacu pengiriman bantuan di sabuk pusat Myanmar.

“Gencatan senjata diperpanjang hingga 30 April bertujuan untuk melanjutkan proses pembangunan kembali dan rehabilitasi,” kata tim informasi junta dalam sebuah pernyataan.

Tetapi militer mengatakan tidak akan ragu untuk membalas jika kelompok bersenjata lain melancarkan serangan seperti yang dikatakan ketika mengumumkan gencatan senjata.

Gempa bumi 28 Maret telah menyebabkan lebih dari 60.000 orang tinggal di perkemahan tenda dan mendorong dua juta orang menjadi kebutuhan kritis akan bantuan dan perlindungan menurut PBB.

Sebelumnya pada Kamis (17/4) lalu, pemimpinjunta Min Aung Hlaing terbang ke Bangkok ke bertemu Perdana Menteri Malaysia, Anwar ­Ibrahim, untuk pembicaraan tertutup dengan ketua blok 10 negara Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara (Asean). AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.