Basarnas Ungkap Momen Menegangkan dalam Evakuasi Dramatis KMP Mutiara Santosa 2 yang Terbakar di Laut Madura
Minggu, 02 Agu 2026, 19:52 WIBSURABAYA - Kebakaran yang melanda KMP Mutiara Santosa 2 di perairan utara Madura memicu operasi penyelamatan besar-besaran. Basarnas mengungkap, proses evakuasi berlangsung dalam situasi yang sangat menegangkan setelah kobaran api terus membesar hingga hampir menghanguskan seluruh badan kapal.
Dihimpun dari berbagai sumber, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa nahkoda pertama kali melaporkan insiden kebakaran sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB ketika kapal sedang berlayar di perairan utara Madura. Namun, tak lama setelah laporan darurat itu diterima, komunikasi dengan nahkoda mendadak terputus sehingga kondisi kapal tidak lagi dapat dipantau secara langsung.
Tim SAR kemudian bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Sekitar pukul 09.45 WIB, hasil komunikasi Pos SAR Sumenep dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget menunjukkan posisi kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Pulau Sapudi.
Saat itu, situasi di lokasi sudah sangat kritis. Hampir seluruh bagian kapal dilaporkan dilalap api, sementara para penumpang hanya bisa bertahan di area anjungan dan haluan sambil menunggu bantuan datang.
Dalam upaya penyelamatan, tidak semua kapal yang berada di sekitar lokasi dapat langsung membantu. Kapal Meratus Project 3 yang melintas tidak memungkinkan untuk merapat karena membawa muatan yang mudah terbakar sehingga berisiko memperparah keadaan.
Sebagai gantinya, kapal tunda TB Hasnur 26 bergerak mendekati kapal yang terbakar. Tepat sekitar pukul 09.59 WIB, proses pemindahan penumpang dari KMP Mutiara Santosa 2 mulai dilakukan. Pos SAR Sumenep juga mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk mempercepat proses evakuasi.
Situasi semakin mencekam ketika pada pukul 10.20 WIB sejumlah penumpang memilih melompat ke laut demi menyelamatkan diri dari kobaran api yang terus membesar. Beruntung, mereka segera dievakuasi oleh TB Hasnur 26 bersama kapal British Mentor yang berada tidak jauh dari lokasi.
Secara keseluruhan, sedikitnya empat kapal ikut terlibat membantu penyelamatan penumpang dan awak kapal sebelum unsur Basarnas tiba di lokasi.
Sementara itu, Basarnas memastikan KN SAR 249 Permadi langsung diberangkatkan dari Surabaya untuk memperkuat operasi pencarian dan evakuasi.
"KN SAR 249 Permadi menuju lokasi dengan estimasi waktu tempuh sekitar enam jam," ujar Nanang.
Selama operasi berlangsung, Basarnas terus berkoordinasi dengan TNI AL, KSOP, Kementerian Perhubungan, Pos SAR Sumenep, serta berbagai unsur terkait lainnya guna memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan selamat.
Hingga proses penyelamatan berlangsung, petugas masih terus melakukan pendataan korban sekaligus memastikan tidak ada lagi penumpang maupun awak kapal yang tertinggal di atas kapal. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
KM Anaya Terbakar di Perairan Maluku Lima ABK Alami Luka Bakar
-
Studi Menunjukkan Obat Penurun Berat Badan dapat Kurangi Risiko Kanker Payudara hingga 30%
-
Indonesia Kalah 0-3 dari Korea Selatan pada AVC Men's Cup 2026
-
Dua Unit Kapal Cepat Terbakar di Pelabuhan Kepsul Maluku Utara
-
Sembilan Orang Berpulang di Tanah Suci, Skuad Terakhir Haji Sumut Akhirnya Menginjakkan Kaki di Rumah
Pasokan Air Bersih Terputus! Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Naik, Menjadi 38 Orang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.