Bapanas Kembangkan Desa B2SA di 800 Titik

Jumat, 18 Apr 2025, 15:37 WIB

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) menetapkan lebih dari 800 desa di seluruh Indonesia sebagai sasaran Program Pengembangan Desa Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) pada tahun anggaran 2025. Program ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat berbasis potensi lokal.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Rinna Syawal, menegaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk mengatasi masalah gizi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat dan aman.

Ket. Foto: Program Desa B2SA merupakan strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui perbaikan kualitas konsumsi masyarakat di tingkat akar rumput — Sumber: Bapanas

"Kami ingin membangun kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memilih serta mengolah pangan lokal yang bergizi dan aman. Dengan intervensi yang tepat, kami percaya desa-desa ini bisa menjadi model dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga dan penurunan angka stunting,” ujar Rinna di Jakarta, Kamis (16/4).

Penetapan sasaran program disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang dilaksanakan secara daring oleh NFA bersama Dinas Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia pada Rabu (16/4). Rapat ini membahas pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Pengembangan Desa B2SA Tahun 2025.

Program Desa B2SA sendiri memiliki tujuan utama untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Kegiatan ini mencakup pelatihan pengolahan pangan lokal serta pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan rumah tangga.

Selain edukasi, masyarakat juga mendapatkan dukungan berupa bantuan sarana pengolahan pangan, operasional, serta pendampingan teknis dari dinas pangan daerah. Komponen program mencakup Kebun B2SA yang menyediakan rumah bibit, media tanam, pupuk, benih, dan peralatan pembibitan. Beberapa desa juga difasilitasi dengan demplot kolam ikan dan ternak ayam atau unggas lain sebagai sumber pangan hewani.

Lokasi desa sasaran diprioritaskan pada wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, desa rawan pangan, serta desa yang memiliki potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama yang solid antara pusat dan daerah.

"Kunci keberhasilan Desa B2SA adalah kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah. Kami berharap dinas-dinas pangan di daerah dapat secara aktif mendampingi dan memfasilitasi masyarakat sehingga program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak nyata,” tutup Andriko.

Strategi Jangka Panjang

Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa Program Desa B2SA merupakan strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui perbaikan kualitas konsumsi masyarakat di tingkat akar rumput.

"Desa B2SA adalah bentuk nyata intervensi pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang tidak hanya cukup secara kuantitas, tetapi juga berkualitas secara gizi. Melalui edukasi, pemanfaatan pangan lokal, dan pelatihan pengolahan pangan, program ini diharapkan mampu membentuk pola konsumsi yang sehat dan berkelanjutan mulai dari desa,” ujar Arief.

Ia menambahkan bahwa program ini menjadi bagian dari ekosistem besar pembangunan pangan nasional yang inklusif, di mana keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor lainnya menjadi kunci keberhasilan.

"Kita tidak bisa bicara ketahanan pangan tanpa menyentuh kualitas konsumsi di rumah tangga. Oleh karena itu, Desa B2SA hadir untuk mendekatkan pangan bergizi ke masyarakat secara langsung, memanfaatkan apa yang mereka miliki, dan memberdayakan desa sebagai pusat perubahan,” tutup Arief.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.