Pemkab Magelang Luncurkan Gerakan Pengendalian Hama Tikus untuk Lindungi Pertanian

Kamis, 17 Apr 2025, 15:45 WIB

Pemerintah Kabupaten Magelang mendorong pengendalian hama tikus Di Desa Banyuwangi, Bandongan, karena pertanian menjadi sektor penting dalam menyediakan pangan, dimana pangan berperan vital dalam kehidupan.

Wakil Bupati Magelang Sahid di Magelang, Kamis mengatakan, gangguan dalam proses penyediaan pangan yang antara lain ditandai dengan munculnya hama penyakit tanaman seperti penggerek batang, kresek, busuk batang, tungro, wereng batang coklat dan tikus perlu disikapi dan ditindaklanjuti dengan secara tepat dan cepat.

Ket. Foto: Wakil Bupati Magelang Sahid di Magelang, Kamis mengatakan, gangguan dalam proses penyediaan pangan yang antara lain ditandai dengan munculnya hama penyakit tanaman seperti penggerek batang, kresek, busuk batang, tungro, wereng batang coklat dan tikus. — Sumber: Antara Foto

Menurut dia, tikus merupakan salah satu hama utama yang mengganggu pada budidaya tanaman padi. Di mana tikus bisa menjadi pengganggu di sembarang umur pertanaman padi, terlebih pada saat kondisi tanaman tengah bunting. Waktu dan metode pengendalian yang tepat perlu dipertimbangkan.

Saat paling tepat melakukan pengendalian tikus adalah ketika lahan pertanian dalam kondisi bera (belum ada pertanaman) sehingga metode pengumpanan bisa dilakukan dan pertanaman pada musim berikutnya bisa lebih aman dan terjaga.

Ia menyampaikan, dengan usia tanaman campuran dalam satu hamparan maka pengendalian hama tikus harus memadukan beberapa metode yang tepat agar dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

Metode pengendalian hama tikus tersebut diantaranya, pengumpanan, tanaman perangkap, pemasangan Trap Barrier Sytem (TBS), pengemposan dan pemasangan rumah burung hantu (Rubuha) serta menjaga kelangsungan hidup predator / musuh alami dari tikus.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang pada tahun ini telah menfasilitasi 21 unit Rubuha untuk bisa terpasang di lahan usaha tani yang rawan gangguan tikus di 21 Kecamatan.

"Harapannya secara mandiri akan diikuti oleh pemerintahan desa, petani atau kelompok tani untuk menambah jumlah Rubuha yang terpasang dan kemudian menjaga keberlangsungan hidup dari burung hantu yang bersarang di dalamnya," katanya.

Dengan adanya Rubuha dan kemudian ditempati oleh burung hantu pengendalian tikus akan semakin efektif mengingat sebagian besar wilayah Kabupaten Magelang merupakan perbukitan berupa lereng yang berdekatan dengan sumber dan aliran air yang menjadi lokasi nyaman bagi tikus untuk bersembunyi.

"Oleh karena itu, pada hari ini kita akan melakukan pengendalian hama tikus dengan metode pengumpanan dan pengemposan. Mari kita laksanakan bersama-sama sembari selalu berharap semoga usaha ini mendapatkan ridho dari Allah SWT sehingga tikus bisa terkendalikan dan mendapatkan hasil panen yang berlimpah," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan mengatakan gerakan pengendalian hama tikus ini sudah dilakukan secara masif bersama dengan petugas pengamat organisme pengganggu tanaman di Kabupaten Magelang, bekerja sama dengan penyuluh dan kelompok tani.

Namun demikian, menurut dia situasi kondisi iklim sekarang ini yang mana terjadi panas hujan yang tidak menentu menyebabkan kondisi ideal untuk perkembangan hama tikus, apalagi Kecamatan Bandongan merupakan salah satu kecamatan yang endemik tikus karena ketersediaan air yang melimpah, serta adanya pola tanam padi-padi pantun di Desa Banyuwangi yang berkesinambungan ketersediaan pangan untuk hama tikus.

"Kami berharap untuk teman-teman petani agar lebih memperhatikan pola tanam padi di Desa Banyuwangi," katanya.

Ia menganjurkan agak dilakukan pola tanam yang serentak untuk mengurangi serangan hama tikus.

  • Pemerintah Kabupaten Magelang

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.