Demi Pelayanan, Kemenag Menekankan Sesama Petugas Haji Harus Saling Kenal

Selasa, 15 Apr 2025, 17:17 WIB

JAKARTA – Kementerian Agama menekankan agar para petugas haji harus saling mengenal satu sama lain secara mendalam, agar mempermudah dan memperlancar koordinasi dalam memberikan pelayanan kepada jemaah calon haji Indonesia.

"Petugas berasal dari berbagai kalangan, harus bisa disatukan dengan tugas bersama melayani jemaah haji," ujar Direktur Bina Haji Kemenag, Musta'in Ahmad, di Jakarta, Selasa (15/4).

Ket. Foto: Direktur Bina Haji Kemenag Musta'in Ahmad saat memberikan pembekalan bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.   — Sumber: ANTARA

Pernyataan Musta'in tersebut disampaikan dalam bimbingan teknis (Bimtek) bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2025. Bimtek di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Bimtek ini digelar sejak 14 hingga 20 April 2025.

Musta'in mengatakan Bimtek digelar untuk membentuk tim yang solid. Bahkan Kemenag membentuk pola 267 atau Re-La-Si (relasi).

Pola relasi ini berarti setiap petugas harus saling kenal, tidak hanya sekadar fisik, namun harus kenal secara batin, harus tolong-menolong dan bersahabat.

"Relasi antarsesama harus dijaga, dibina dengan sebaik-baiknya, semua satu tim," kata Musta'in Ahmad.

Ia berharap Bimtek ini dapat melahirkan petugas PPIH yang tidak hanya kompeten secara teknis, namun juga memiliki mental yang kuat, solid, dan siap mengemban amanah pelayanan haji dengan sebaik-baiknya.

Dengan persiapan yang matang, ia berharap pelayanan kepada jemaah calon haji Indonesia tahun 2025 dapat berjalan optimal dan memberikan pengalaman ibadah yang khusyuk dan lancar.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mendapat kepastian soal kuota tambahan petugas haji dari otoritas Arab Saudi sebanyak 2.210 orang, sehingga total petugas haji untuk musim haji 1446 Hijriah/2025 Masehi sebanyak 4.420 orang.

"Kita dapat alokasi tambahan sebesar 1 persen lagi, atau 2.210. Ini akan kita optimalkan untuk memberikan layanan terbaik ke jemaah haji," ujar Menag Nasaruddin Umar.

Indonesia awalnya menerima alokasi kuota petugas haji sebesar 1 persen dari total kuota jemaah haji (221.000 orang), yakni sebanyak 2.210.

Tambahan kuota petugas haji ini merupakan buah dari lobi Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan otoritas terkait. Kini permintaan itu sudah disetujui oleh Pemerintah Arab Saudi dan tambahan kuota petugas haji sudah masuk e-Hajj.

Sejak awal, kata Menag, Kemenag menyampaikan ke Arab Saudi bahwa tambahan petugas ini sangat penting, sebab petugas haji akan memberikan layanan dan membantu jemaah . Hal itu akan ikut membantu petugas Saudi dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji.

"Secara psikologis, ini juga akan memudahkan jemaah karena tidak terkendala masalah komunikasi dan perbedaan budaya," ujar Menag.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.