Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tolak Aturan Pasang VMS, Puluhan Nelayan Muara Angke Berunjuk Rasa

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 18:59 WIB | Oleh:
Tolak Aturan Pasang VMS,  Puluhan Nelayan Muara Angke Berunjuk Rasa Doc: ANTARA/Mario Sofia Nasution
Ket. Nelayan dari Gerakan Bangsa Petani dan Nelayan (Gerbang Tani) menggelar unjuk rasa di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara pada Minggu (13/4).

JAKARTA - Puluhan nelayan dari Gerakan Bangkit Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) Jakarta melakukan unjuk rasa di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu (13/4).

Mereka menolak aturan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mewajibkan penggunaan Vessel Monitoring System (VMS) atau perangkat monitoring sistem berbasis sinyal di setiap kapal mereka.

"Kami menolak aturan ini dan kami minta tolong kepada Presiden Prabowo agar aturan yang memberatkan seperti ini dihapuskan," kata perwakilan nelayan Muara Angke, Najirin di Jakarta.

Ia mengatakan melalui aturan ini nelayan dipaksa memasang VMS di kapal mereka dan untuk pemasangan satu unit nelayan dikenakan biaya 17 juta rupiah.

Selain itu nelayan dikenakan pajak VMS mencapai Rp7 juta lebih per tahun. Untuk mengurus surat administrasi dibutuhkan biaya 1,1 juta rupiah dan pajak 6,6 juta rupiah. 

Tidak hanya itu, jika VMS ini rusak maka harus diperbaiki teknisi khusus dan nelayan harus menunggu. "Butuh waktu sehingga nelayan tidak bisa melaut," kata dia.

Selanjutnya, setelah VMS ini terpasang, kapal nelayan dipantau dan jika berada di 12 mil lepas pantai dianggap melanggar dan dikenakan sanksi.

"Kami sudah pernah ditangkap karena menepi sebelum kembali ke dermaga dan kami ditangkap serta didenda 28,9 juta rupiah," kata dia.

Menurut dia, kapal itu hanya istirahat ke pinggir untuk mengantar barang dan itu dikatakan pelanggaran. "Ini sungguh memberatkan para nelayan," kata dia

Ia menegaskan, VMS ini bukan mempermudah para nelayan tapi malah menyulitkan dan jika tidak dimiliki maka pihak terkait tidak mengeluarkan Surat Layak Operasi (SLO) untuk menangkap ikan.

"Kami mohon aturan ini dikasi kembali dan jangan menyusahkan rakyat kecil," kata dia

Ketua Gerbang Tani Jakarta, Tri Waluyo mengatakan, hari ini pihaknya menggelar aksi di Dermaga T Pelabuhan Muara Angke. Jika tidak ada perubahan, pihaknya akan menggelar aksi di depan Istana agar pesan ini sampai kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Kami memperjuangkan apa yang memberatkan nelayan dan kami akan turun ke jalan," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.