UNICEF: Anak-Anak Terdampak Gempa Myanmar Hadapi Risiko Kesehatan

Kamis, 10 Apr 2025, 02:55 WIB

BANGKOK - Seorang pejabat regional UNICEF mengatakan bantuan untuk anak-anak di Myanmar pasca bencana gempa merupakan kebutuhan yang mendesak.

Eliane Luthi, dari UNICEF Asia Timur dan Pasifik, mengatakan banyak anak kehilangan rumah dan terpaksa tidur di luar ruangan sehingga membahayakan kesehatan mereka. Ia menambahkan bahwa situasi kemanusiaan sudah buruk sebelum gempa terjadi karena pertempuran yang tengah berlangsung.

Ket. Foto: — Sumber: NHK

Luthi mengatakan suhu pada siang hari naik hingga 40 derajat dan anak-anak terpapar nyamuk di daerah yang sudah mengalami endemik penyakit seperti demam berdarah dan malaria.

Ia menambahkan, "Saat ini terjadi kekurangan air minum bersih. Jadi, ini benar-benar kombinasi berbagai faktor yang sangat berisiko bagi anak-anak di lapangan."

Luthi mengungkapkan UNICEF berencana menyediakan sekitar 160 metrik ton perlengkapan seperti tenda dan obat-obatan ke daerah yang terkena dampak dalam pekan ini melalui penerbangan carteran. Namun, hujan lebat mempersulit operasi bantuan.

Ia menekankan bahwa UNICEF menghadapi kekurangan dana yang parah dan meminta masyarakat internasional untuk segera memberikan dukungan. Luthi menambahkan bahwa kebutuhan di lapangan sangat besar. NHK/I-1

  • UNICEF
  • Gempa Myanmar-Thailand

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.