Peningkatan Produktivitas Padi Lokal, Bupati Bulungan Fokus Pada Inovasi dan Dukungan Petani

Rabu, 09 Apr 2025, 20:47 WIB

Bupati Bulungan, Kalimantan Utara, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten meningkatkan produktivitas pertanian, terutama varietas padi lokal jenis padi ladang (Gogo), selain padi sawah tadah hujan, irigasi, dan pasang surut.

“Termasuk komitmen kami untuk meningkatkan produksi padi ladang khususnya varietas lokal padi Gogo,” kata Bupati Syarwani di Bulungan, Rabu.

Ket. Foto: Bupati Bulungan bersama Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala dan Forkopimda turut serta pada kegiatan panen padi Gogo di Desa Pejalin, Kecamatan Tanjung Palas Utara. — Sumber: Antara Foto

Bupati Bulungan bersama Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala dan Forkopimda turut serta pada kegiatan panen padi Gogo di Desa Pejalin, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Rabu (9/4/2025).

Padi Gogo, yang dipanen setelah enam bulan masa tanam, dikenal memiliki karakteristik unik. Selain teksturnya yang pulen, padi ini juga memiliki aroma wangi yang khas, menjadikannya incaran konsumen di pasar lokal Tanjung Selor Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan. Saat ini, petani Pejalin baru mampu melakukan satu kali panen dalam setahun.

Panen kali ini mencakup area seluas empat hektare dari 29 hektare hamparan lahan padi ladang dataran tinggi Desa Pejalin, Kecamatan Tanjung Palas yang dikelola kelompok tani Bintang Kakao Pejalin. Produktivitas rata-rata padi Gogo saat ini mencapai 3,6 ton per hektare.

Jika tahun ini luas panen padi Gogo di Desa Pejalin baru mencapai 29 hektare, Bupati menargetkan pada 2025 ini luas tanamnya mencapai 50 hektare demi meningkatnya produksi.

Potensi padi ini juga tersebar di Kecamatan Peso, Tanjung Palas Barat, dan Peso Hilir. Harga gabah kering padi Gogo saat ini mencapai Rp10.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan padi sawah.

Bupati juga meminta petani tidak perlu risau hasil panennya tidak terserap. Sebab ia berkomitmen agar seluruh ASN Pemkab Bulungan mengkonsumsi minimal 10 kilogram per bulan padi varietas lokal.

“Jika 3.000 ASN, maka tiga ton per bulan disiapkan, maka harus ada jaminan stok beras harus terus berlanjut di petani sehingga solusinya pasca panennya adalah kehadiran dan kebijakan daerah memberi dukungan terhadap pasar padi lokal,” ujar Syarwani.

Pemkab Bulungan pun telah mengalokasikan Rp1 miliar per tahun untuk membeli produk petani Bulungan. Selain itu, menargetkan membangun minimal 100 kilometer jalan usaha tani per tahun.

Di 2025 ini Pemkab Bulungan juga telah menargetkan perluasan lahan padi ladang varietas lokal mencapai 3.884 hektare dengan lima varietas unggulan yakni Padi Gogo, Padi Ekor Payau, Padi Poi, Padi Miaw, Padi Mayas, dan Padi Riau.

“Ini akan menyasar seluruh kecamatan di Bulungan, kecuali Bunyu, dengan dukungan bantuan dari Pemerintah Daerah,” ujar Bupati.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Bulungan masuk dalam zonasi Brigade Pangan sesuai dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, dengan alokasi 10 ribu hektare lahan. Program Brigade Pangan ini juga dikawal langsung oleh TNI.

“Langkah ini sejalan dengan visi kedaulatan pangan Asta Cita Prabowo dan visi Bulungan Berdaulat Pangan,” ujar Bupati.

Adapun Wagub Kaltara Ingkong Ala menekankan bahwa pertanian adalah tanggung jawab bersama antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, petani, dan seluruh pelaku usaha pertanian.

Ia berkomitmen meningkatkan kolaborasi yang kuat dengan Kementerian Pertanian, TNI, dan Polri, termasuk dalam pembangunan infrastruktur pendukung pertanian.

“Untuk pasar, bukan hanya pegawai Pemkab Bulungan, tetapi juga ASN Pemprov Kaltara, mereka mempunyai keluarga, dan ini pasar yang luar biasa,” ujar Wagub.

Wagub mengingatkan kelompok tani bekerja sungguh-sungguh dan tidak menumpuk bantuan bibit maupun pupuk yang telah diberikan Pemerintah maupun Pemerintah Daerah.

  • Peningkatan Produktivitas Padi Lokal

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.