Pemerintah Diminta Buat Peta Jalan Penyediaan Mobil Kopdes Merah Putih

Rabu, 01 Apr 2026, 16:40 WIB

JAKARTA - Pengamat industri otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menyampaikan bahwa pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data agar bisa memenuhi kebutuhan mobil operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sekaligus memberdayakan industri otomotif nasional.

Dia menyampaikan hal itu ketika diminta menanggapi pernyataan Menteri Koperasi Ferry Juliantono perihal dukungan dari industri otomotif nasional dalam upaya penyediaan kendaraan operasional bagi sekitar 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Ket. Foto: Kopdes Merah Putih — Sumber: antara foto

"Jika ingin mewujudkan komitmen memberdayakan industri otomotif nasional untuk kebutuhan Kopdes Merah Putih ke depan tanpa mencederai dan saling membenturkan detail program Asta Cita Presiden itu sendiri, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyusun peta jalan kebutuhan armada yang jelas, terukur, dan berbasis zonasi geospasial BPS (Badan Pusat Statistik) atau IDM (Indeks Desa Membangun) 2024," katanya saat dihubungi dari Jakarta pada Rabu (1/4).

Dengan peta jalan yang terukur dan berbasis data, ia mengatakan, penyediaan kendaraan operasional koperasi desa/kelurahan dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Ia mencontohkan, kendaraan 4x2 rakitan lokal dapat disiapkan untuk mendukung operasional koperasi di desa-desa di Jawa dan Sumatera dengan medan yang lebih mudah dilalui dan kendaraan 4x4 dapat disiapkan untuk daerah-daerah dengan medan ekstrem.

Selain itu, Yannes menyarankan pengalokasian pasokan dalam rencana penyediaan dua kendaraan per koperasi untuk mendukung operasional sekitar 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Alih-alih menggunakan mobil buatan dalam negeri, Agrinas Pangan Nusantara telah mengimpor total 105.000 truk dan mobil pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Perusahaan milik negara itu mengimpor 35 ribu mobil pikap 4x4 produksi Mahindra Ltd serta 70 ribu kendaraan buatan Tata Motors, yang terdiri atas 35 ribu mobil pikap 4x4 dan 35.000 truk roda enam. Nilai total impor kendaraan tersebut mencapai Rp24,66 triliun.

Menurut Yannes, penyediaan sisa sekitar 55.000 unit kendaraan untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebaiknya diserahkan kepada industri dalam negeri.

Langkah ini dinilai realistis mengingat masih ada 20 persen sampai 30 persen dari kapasitas produksi kendaraan nasional yang belum dimanfaatkan secara optimal.

"Konsistensi dan koordinasi antar kementerian seharusnya sejak awal melibatkan Kemenperin, Kemenkeu, Kemenaker, dan pelaku industri seperti Gaikindo untuk memetakan kapasitas produksi domestik yang masih memiliki idle capacity sekitar 20–30 persen, sehingga kebutuhan besar seperti untuk Program Koperasi Merah Putih bisa diserap oleh industri dalam negeri," kata Yannes.

Yannes mendorong pemerintah untuk menggandeng asosiasi industri seperti Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan agen pemegang merek dalam negeri guna menyediakan kendaraan niaga yang berfokus aspek utilitas.

Menurut Yannes, pemerintah bisa memberlakukan kebijakan fiskal khusus seperti yang pernah diterapkan dalam program penyediaan mobil ramah lingkungan dengan harga terjangkau agar harga kendaraan niaga produksi lokal bisa bersaing dengankendaraan impor.

Dalam hal regulasi, ia mengemukakan pentingnya penguatan kebijakan tentang tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan peninjauan ulang kebijakan pajak, khususnya pada kendaraan 4x4 yang saat ini masih dikategorikan sebagai barang mewah.

"Perlu kita ingat bahwa mahalnya harga kendaraan di Indonesia itu kan karena lebih dari 40 persen pada harga akhir kendaraan niaga, termasuk PPN 11 persen, PPnBM hingga 20 persen untuk kendaraan diesel, PPh 22 persen impor komponen, serta biaya SRUT, STNK, TNKB, BPKB, dan pungutan daerah lainnya," ia menjelaskan.

Meski keputusan sebelumnya untuk mengimpor kendaraan agar bisa lebih cepat menyediakan kendaraan bisa dipahami, Yannes menyatakan bahwa Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih semestinya bisa menjadi etalase produk nasional dan instrumen pendorong reindustrialisasi otomotif dalam negeri.

"Jika pemerintah serius dengan Asta Cita ke-3 industrialisasi, maka solusi yang tepat bukan membenarkan impor karena harga lokal mahal, melainkan mereformasi beban pajak domestik, memberikan insentif TKDN yang lebih kuat, dan memastikan kepastian offtake bagi industri nasional agar harga lokal bisa kompetitif tanpa mengorbankan kualitas dan keberlanjutan ekosistem dunia usaha di Indonesia," demikian Yannes Martinus Pasaribu.

  • Kopdes Merah Putih
  • Pemerintah

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.