Pemerintah Harus Segera Meredam Gejolak di Pasar Keuangan
Rabu, 09 Apr 2025, 01:05 WIBJAKARTA - Pemerintah diminta menyiapkan berbagai instrumen ekonomi untuk merespon kondisi ekonomi global yang semakin tidak menentu. Instrumen tersebut diharapkan terdiri dari berbagai dimensi baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka menengah panjang.
Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Y. Sri Susilo mengatakan berbagai jawaban pemerintah saat ini cenderung berdimensi jangka menengah hingga panjang.
âInstrumen seperti APBN, BPI Danantara, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) tentu penting dalam konteks jangka panjang. Tapi saat ini pasar membutuhkan sinyal respons cepat yang pro-pasar,â kata Sri Susilo.
Gejolak yang terjadi saat ini, katanya bersumber dari akumulasi faktor jangka pendek, termasuk persepsi negatif pasar terhadap beberapa kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada pelaku usaha.
Pelemahan rupiah yang sempat menembus level 17.300 per dollar AS di pasar indeks luar negeri dan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 9 persen mencerminkan gejolak pasar yang serius. Dalam kondisi seperti itu, dia menilai perlunya respons cepat dan jangka pendek dari Pemerintah, terutama untuk menenangkan pasar yang tengah sensitif terhadap kebijakan pemerintah.
âPasar menangkap bahwa kebijakan saat ini belum menyasar penyelesaian persoalan-persoalan mendesak. Program yang ditawarkan Pemerintah oleh pasar dinilai tidak realistis diimplementasikan di tengah keterbatasan fiskal. Di sisi lain, sejumlah persoalan strategis seperti penyelesaian kasus Pagar Laut dan persoalan di sektor energi juga belum mendapatkan jawaban yang jelas,â katanya.
Harapan pada Badan Pengelola Investasi Danantara dinilai baru akan berdampak dalam jangka menengah hingga panjang, tergantung pada sejauh mana realisasi investasi bisa segera terwujud.
âNarasi hilirisasi dan ketahanan pangan memang strategis, tapi bagaimana programnya dijalankan, siapa pelaksananya, dan sejauh mana dampaknya bagi sektor riil, itu yang masih jadi tanda tanya,â jelasnya.
Oleh sebab itu, dia berharap Pemerintah segera menunjukkan aksi konkret dalam waktu dekat agar bisa mengembalikan kepercayaan pelaku pasar. âUntuk jangka panjang mungkin ada harapan, tapi pasar tidak bisa menunggu. Yang dibutuhkan sekarang adalah kepastian, sinyal keberpihakan pada pasar, dan langkah cepat yang terukur,â jelasnya.
Ketahanan Ekonomi
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Pemerintah mengandalkan berbagai instrumen ekonomi, mulai dari APBN, hingga BPI Danantara, untuk menjaga ketahanan di tengah gejolak ekonomi global.
Dalam akun Instagram @smindrawati di Jakarta, Selasa, menyebutkan instrumen ekonomi tersebut juga termasuk sumber daya alam (SDA), badan usaha milik negara (BUMN), dan sumber daya manusia (SDM) yang akan dikelola dengan sinergi yang baik.
Hal itu bertujuan untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing, serta menjaga kedaulatan dan ketahanan ekonomi dalam situasi global yang makin kompleks dan dinamis dalam persaingan yang meruncing.
âSemua instrumen, policy (kebijakan), dan regulasi serta tindakan harus dipikirkan secara teliti dan tajam serta detail dan kritis agar benar-benar membangun kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang lebih merata dan adil,â kata Menkeu.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Rudal Udara-ke-Udara Terjauh di Dunia akan Terintegrasi ke J-10C Tiongkok
-
Pemkot Jayapura Berkoordinasi dengan BMKG Pantau Perkembangan Cuaca
-
Gawat, Imbas Perang Timur Tengah, Harga Plastik di Baturaja Meledak Dua Kali Lipat
-
PFII Dinilai Bisa Tarik Investasi Asing, Asal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Diperkuat
-
Netflix Mundur, Warner Bros Setuju Diakusisi Paramount
-
Melalui ITSAP, Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi
-
Kemendag Dorong Digitalisasi Tera di Hari Metrologi Sedunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.