OIKN Perkuat Patroli Udara Cegah Karhutla Meluas

Senin, 14 Sep 2026, 03:26 WIB

Nusantara - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama TNI, Polri, BMKG, BNPB, dan BIN memperkuat pemantauan udara untuk memastikan kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) terbebas dari titik api baru serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi Danis H. Sumadilaga mengatakan patroli udara dilakukan untuk memastikan lokasi yang sebelumnya telah ditangani melalui pemadaman dari darat maupun udara, termasuk operasi water bombing, benar-benar padam.

Ket. Foto: Pemantauan lewat udara menggunakan Helikopter Caracal H225M. — Sumber: Antara

“Patroli udara dilakukan untuk memastikan lokasi yang sebelumnya telah ditangani melalui pemadaman dari darat maupun udara, termasuk operasi water bombing, benar-benar padam,” ujar Danis di Nusantara, akhir pekan lalu.

Menurut dia, hasil pemantauan udara menunjukkan kawasan KM 31 Tol Balikpapan-Samarinda sudah tidak terlihat asap. Namun, asap kembali muncul di Wonotirto yang sebelumnya telah dinyatakan padam. “Di Kecamatan Muara Jawa juga terlihat ada asap baru. Rata-rata sifat kebakaran ini dinamis. Bila sudah tidak ada asap, bukan berarti itu selesai,” ujar Danis.

Patroli udara tersebut mulai dilakukan menggunakan Helikopter Caracal H225M yang berangkat dari Lanud TNI AU Dhomber, Sepinggan, Balikpapan, pada Kamis (10/9).

Pemantauan mencakup sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi perhatian dalam penanganan karhutla, yakni Tol Balikpapan-Samarinda KM 31, Wonotirto, Muara Jawa, hingga Bukit Tengkorak 1 yang berada di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.

Danis mengatakan sifat karhutla yang dinamis membuat pemantauan tidak dapat dihentikan setelah api berhasil dipadamkan. Kemunculan kembali asap menjadi indikator kemungkinan masih terdapat bara atau titik panas yang perlu segera ditangani.

“Kami secara kontinu melakukan monitoring, pengamatan, dan tindakan. Berdasarkan data monitoring, ada yang bisa dilakukan dari sisi udara dan darat. Ini yang harus diupayakan, jangan sampai ada titik-titik baru,” katanya.

OIKN bersama unsur terkait terus memanfaatkan data dari berbagai instansi untuk menentukan langkah penanganan, baik melalui operasi udara maupun pengerahan personel di darat. Selain pemadaman, tim melakukan pembasahan pada lokasi yang dinilai masih berpotensi memunculkan kembali api.

OIKN memperkuat penanganan karhutla di sejumlah lokasi dalam delineasi IKN meskipun titik kebakaran terdekat berjarak sekitar 30-40 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Danis mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu melalui pemadaman dari darat dan udara sebagai upaya preventif agar titik api yang masih ditemukan tidak berkembang dan meluas ke wilayah lain. Ant/and

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.