Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin Sebut Perkuat Pasar Domestik di Tengah Kenaikan Tarif Impor AS

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kadin Sebut Perkuat Pasar Domestik di Tengah Kenaikan Tarif Impor AS Doc: Antara
Ket. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Putranto di Surabaya, Selasa (8/4).

Surabaya - Ketua Kadin Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Putranto menyatakan penguatan perdagangan dalam negeri, mencari negara tujuan ekspor baru, serta meningkatkan investasi melalui kemudahan usaha merupakan beberapa langkah penting yang dapat dilakukan di tengah pengenaan tarif resiprokal oleh Amerika.

"Yang tidak kalah penting adalah harus mampu memulihkan kepercayaan pelaku ekonomi dengan komunikasi yang baik dan kebijakan yang kongkrit," katanya di Surabaya, Selasa (8/4).

Adik menuturkan pemerintah harus mampu manfaatkan dan eksplor bidang-bidang lain yang dapat mendukung perekonomian tanah air termasuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang baik.

Terlebih, langkah Presiden AS Doland J.Trump yang menaikkan tarif impor sebesar 32 persen bagi Indonesia sangat berpotensi memukul ekonomi termasuk Jawa Timur.

"Ada dampak langsung dan tak langsung. Dampak langsung di antaranya adalah penurunan ekspor," ujarnya.

Apabila dilihat dari negara tujuan utama ekspor nonmigas Jatim, AS merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor nonmigas yakni pada Januari 2025 mencapai 281,96 juta dolar AS atau 14,5 persen dari total ekspor nonmigas provinsi ini,

Di sisi lain, produk unggulan Jatim yang diekspor ke AS berupa perhiasan, produk logam, tekstil, alas kaki, elektronik, kayu, dan barang dari kayu berisiko mengalami penurunan yang cukup signifikan dan mengganggu pemasukan devisa.

"Dampak tak langsung akibat efek domino dari kebijakan tersebut diantaranya adalah terganggunya rantai pasok," katanya.

Adik mengatakan penurunan ekspor mengakibatkan rantai pasok terganggu seperti industri pendukung seperti pemasok bahan baku lokal dan UMKM komponen mengalami pengurangan pesanan.

Hal tersebut berdampak pada arus kas perusahaan, menunda investasi, dan menimbulkan efek lanjutan terhadap seluruh ekosistem industri di Jawa Timur.
Menurut Adik, dampak selanjutnya adalah ancaman PHK karena industri padat karya di Jawa Timur berpotensi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penurunan produksi.

Akibatnya, ribuan tenaga kerja berisiko kehilangan pekerjaan, terutama di sektor garmen, sepatu, dan elektronik, dan produk kayu yang sebelumnya berorientasi ekspor ke Amerika Serikat.

Pada akhirnya terjadi penurunan pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi Jatim karena berkurangnya kegiatan ekspor dan produksi industri hingga pendapatan daerah dari pajak dan retribusi ikut menurun.

"Yang terakhir adalah dampak sosial yaitu ketimpangan dan ketegangan karena PHK massal dapat memicu lonjakan kemiskinan, putus sekolah, kerawanan sosial, dan ketegangan sosial seperti demonstrasi," kata Adik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Nasional
Audiensi dengan Serikat Bur...

Gagal Beredar! Polisi Tangkap Pelaku Narkoba di Bantaeng

43 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Gagal Beredar! Polisi Tangk...
Megapolitan
Heboh! Kebakaran Gudang Ter...
Nasional
MPR: Indonesia Harus Berdaulat
Megapolitan
Bansos untuk Judol, 259 Pen...
Angin Segar Dunia Otomotif, Presiden Janjikan Insentif Kredit Ringan Tanpa DP Motor Listrik

Angin Segar Dunia Otomotif, Presiden Janjikan Insentif Kredit Ringan Tanpa DP Motor Listrik

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.