MBG Tingkatkan Kehadiran Siswa

Senin, 07 Apr 2025, 20:19 WIB

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu meningkatkan kehadiran siswa di sekolah. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan, dampak positif tersebut bahkan mencapai 99 persen di sekolah yang sudah menerapkan program makan bergizi lebih dari satu tahun.

"Anak-anak menjadi lebih ceria, aktif, dan sehat, serta angka kehadiran sekolah meningkat hingga 99 persen," ujar Dadan, dalam keterangan resminya, Senin (7/4).

Ket. Foto: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. — Sumber: Istimewa

Dia menjelaskan, MBG merupakan bentuk investasi besar dari pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045. Saat ini, pertumbuhan penduduk Indonesia masih tinggi, bertambah sekitar enam orang per menit atau tiga juta per tahun.

"Jika mencakup seluruh anak usia sekolah, jumlah yang seharusnya mendapatkan manfaat ini adalah 70 juta anak,” jelasnya.

Dadan menekankan pentingnya akses keluarga miskin terhadap makanan bergizi seimbang. Pihaknya berusaha memastikan bahwa setiap anak, terutama dari kelompok rentan, mendapatkan asupan gizi yang baik.

"Gizi seimbang mencakup protein, karbohidrat, serat, buah, dan susu. Jika intervensi ini tidak dilakukan sejak dini, kita berisiko memiliki tenaga kerja produktif yang kurang berkualitas pada tahun 2045,” katanya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi peserta didik. MBG juga menjadi sarana membangun pendidikan karakter, seperti kebiasaan berdoa sebelum makan, menjaga kebersihan, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan kemandirian.

Dia menambahkan bahwa Kemendikdasmen mendukung sepenuhnya program MBG sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan kuat, serta berkarakter dan berakhlak mulia. Pihaknya sudah mengoptimalkan peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendukung program tersebut.

“Kami telah mengoptimalkan peran UKS sebagai ujung tombak implementasi program ini di sekolah, melakukan digitalisasi sarana-prasarana pendukung gizi, serta memperkuat data melalui dashboard program MBG guna memastikan kebijakan berbasis bukti,” tuturnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.