Tak Mau Ribet, Pemudik Serbu Jasa Titip Barang di Stasiun Gambir
Kamis, 03 Apr 2025, 20:58 WIBJAKARTA - Fenomena jasa penitipan barang makin berkembang seiring meningkatnya jumlah pengguna transportasi umum dan kebutuhan akan layanan praktis di stasiun.
Jasa penitipan barang di stasiun ramai karena beberapa alasan utama, seperti kemudahan bagi penumpang; meningkatnya mobilitas; keamanan terjamin; dan fleksibilitas waktu; harga terjangkau.
Jasa penitipan barang "Locker" masih ramai digunakan pemudik ataupun pengguna kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, hingga 3 April 2025 atau H+3 Lebaran 2025/Idul Fitri 1446 Hijriah.
Petugas penjaga loker, Sarjono (50), mengatakan pemakai jasa penitipan barang saat arus mudik Lebaran 2025 sampai dengan saat ini masih meningkat 10 persen dibandingkan hari-hari normal.
"Sekarang paling 10 persen karena kan masih ada juga yang pada mudik," kata Sarjono saat ditemui ketika berjaga.
Dia lantas berkata, "Karena kalau (pemudik) yang balik kan turun (kereta) langsung pulang, kalau yang nitip itu kebanyakan yang mau berangkat."
Sarjono mengatakan peningkatan pemakai jasa penitipan barang oleh para pemudik mulai menunjukkan peningkatan sejak 21 Maret 2025.
"Tapi, kalau puncaknya tanggal 27, 28, 29 (Maret)," ucapnya.
Pada masa tersebut, peningkatan pemakai jasa penyewaan loker meningkat signifikan hingga 50 persen dibandingkan hari-hari biasanya.
"Rata-ratanya, biasanya, misalkan cuma 30 orang, ini bisa 50 orang," ujarnya.
Menurut dia, banyak para pemudik yang memakai jasa penitipan barang di tempatnya karena hendak jalan-jalan atau mampir sesaat ke suatu tempat di sekitar Stasiun Gambir sebelum berangkat naik kereta api.
"Ya, main dulu ke Monas atau jalan-jalan dulu keliling Jakarta atau main ke mall karena kan kalau kereta api biasanya kalau mepet-mepet takutnya macet ya. Jadi, lebih awal berangkat dulu, terus main," tuturnya.
Sarjono mengatakan bahwa operasional penitipan barang di tempatnya mengikuti jam operasional kereta api di Stasiun Gambir, yakni mulai pukul 05.00 WIB hingga sekitar 23.00 WIB.
Bahkan, bisa buka hingga sekitar pukul 00.00 WIB dini hari apabila mengikuti jadwal kereta api tambahan yang dioperasikan di Stasiun Gambir.
Dia mengatakan tempat penitipan barang yang terletak di lantai satu gedung Stasiun Gambir itu telah beroperasi sejak tahun 2004.
Berbeda dengan "Shower and Locker" di lantai dua Stasiun Gambir yang dikelola PT Kereta Api Indonesia, tempat penitipan barang ini merupakan usaha perseorangan.
Tarif penitipan barang bervariasi, tergantung pada besaran loker yang disewa, yakni berkisar Rp6.000 hingga Rp20.000 per jam. Sementara tarif penitipan barang yang diinapkan per harinya mulai dari Rp40.000 hingga Rp140.000.
Selain penyewaan loker, di tempat penitipan barang tersebut juga menyediakan jasa foto kopi dan pengisian daya ponsel, serta menjual alat tulis kantor hingga pulsa.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jalur Sukabumi Macet 8 Jam, Tiba di Bandung Malah Gigit Jari: Curhat Pilu Pemudik Kehabisan Bus ke Majalaya
-
Jalan Raya Kalimalang Mulai Dipadati Pemudik Bermotor
-
Makin Keren Usai Direvitalisasi: Kemen PU Ajak Pemudik Kunjungi Benteng Pendem Ambarawa
-
Kapal Laut jadi Sarana Pulang kampung karena Harga Terjangkau
-
Posko PMI Kota Semarang Melayani 15 Pemudik per Hari
-
Peluncuran Program “Masjid Ramah Pemudik dan Arus Balik”
-
Posko Pesona Keluarga untuk Pemudik di Pelabuhan Telaga Punggur Batam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.