NTB Benahi Infrastruktur Dermaga Wisata untuk Dongkrak Kunjungan Turis
Kamis, 03 Apr 2025, 22:30 WIBMataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan dengan membenahi infrastruktur dermaga agar memudahkan aksesibilitas turis dari Bali ke Nusa Tenggara Barat.
Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin Malady di Mataram, Kamis (3/4), mengatakan pemerintah daerah mengembangkan Dermaga Senggigi yang berada di Lombok Barat agar dapat disandari oleh kapal-kapal cepat yang mengangkut banyak penumpang.
"Di sana mau dibuat semacam harbour supaya turis tidak lagi ke Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air)," ujarnya.
Jamaluddin menuturkan selama ini para wisatawan yang datang dari Bali langsung berlayar menuju ke kawasan Gili Tramena untuk menikmati wisata bawah laut. Setelah dari Gili Tramena, wisatawan baru menuju ke Pelabuhan Bangsal di daratan Lombok Utara, lalu balik lagi ke Bali.
Pemerintah NTB saat ini sedang menggodok aturan pelayaran langsung dari Bali ke Senggigi, termasuk memperdalam dermaga tersebut agar dapat disandari oleh kapal-kapal cepat yang cukup besar.
Langkah itu dilakukan untuk menghidupkan kembali kawasan Senggigi yang mati suri ditinggal wisatawan semenjak ada pelayaran langsung dari Bali ke Gili Tramena, serta pengembangan kawasan wisata Kuta Mandalika di Lombok Tengah.
"Informasi yang kami dengar memang sudah ada anggaran dari Kabupaten Lombok Barat, karena itu kewenangan Lombok Barat," kata Jamaluddin.
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa pembenahan infrastruktur dermaga wisata bertujuan untuk mempermudah pendataan jumlah kunjungan wisatawan yang masuk ke Nusa Tenggara Barat melalui transportasi laut.
Selama ini angka statistik kunjungan turis lebih banyak bersumber dari data penerbangan pesawat di Bandara Lombok, sedangkan data kunjungan turis melalui jalur laut hanya berasal dari pelabuhan besar berupa Pelabuhan Lembar ataupun Gili Mas yang menghubungkan Nusa Tenggara Barat dengan beberapa provinsi lain di Indonesia.
"Ketersediaan angka kunjungan wisatawan melalui kapal cepat penting agar kami bisa mendata negara mana saja yang paling banyak datang ke Lombok, sehingga memudahkan kami untuk melakukan promosi," kata Jamaluddin.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Arif
Berita Terkait:
-
Prolog Enam Menit Awal 'The Odyssey' Akan Dirilis di Bioskop IMAX 70mm Akhir Pekan Ini
-
Pangkas Rantai Birokrasi, Mentan Cabut 500 Aturan yang Hambat Swasembada Pangan
-
Masjid Terdampak Bencana di Aceh Kini Bisa Dipakai Warga
-
Pocari Sweat Run Lombok 2026 Padukan Sensasi Lari di Sirkuit dan Budaya Lokal, Tarik 9.200 Peserta
-
Pemprov Jatim Mulai Terapkan Pembatasan Gadget di Sekolah
-
Luapan Kali Cijayanti Kabupaten Bogor Rendam 138 Rumah Warga
-
Program MBG jadi Berkah bagi Para Petani di NTT
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.