Dinas Kesehatan Tangerang Siaga Penuh

Senin, 07 Sep 2026, 01:15 WIB

TANGERANG - Perangkat Kota Tangerang khususnya Dinas Kesehatan siaga penuh menghadapi berbagai kemungkinan atas meletusnya Gunung Anak Krakatau utamanya terkait paparan abu vulkanik. “Seluruh jajaran harap memberikan informasi terbaru serta pelayanan cepat dan tepat yang dibutuhkan warga terkait dampak sebaran abu vulkanik akibat letusan Gunung Anak Krakatau,” tandas Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Minggu (6/9).

Perintah itu untuk BPBD, Dinas Kesehatan, dan perangkat wilayah. Mereka agar tetap siaga penuh dan memberikan informasi serta pelayanan yang dibutuhkan masyarakat. “Semua yang terdampak harus mendapatkan perhatian utama,” jelas Sachrudin.

Ket. Foto: Wali Kota Tangerang, Sachrudin saat memberikan paparan di Puspemkot Tangerang. — Sumber: ANTARA/Irfan

Wali Kota menuturkan, perangkat daerah terkait terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan terkendali. Terpenting masyarakat tetap tenang dan waspada. Ikuti informasi dan imbauan resmi pemerintah. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

Dia juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Ini sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

“Kalau melihat atau merasakan adanya abu, gunakan masker, kurangi aktivitas di luar ruangan bila tidak perlu. Selalu jaga kondisi kesehatan. Warga yang mengalami gangguan pernapasan, segera periksa diri ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan telah menyiapkan setiap fasilitas kesehatan untuk dapat dimanfaatkan masyarakat jika ada yang membutuhkan pemeriksaan dampak dari abu vulkanik. Warga yang mengalami gangguan kesehatan dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi.

Pemkot Tangerang mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik. “Dengan mengenali gejala dan segera mendapatkan pertolongan ketika mengalami gangguan kesehatan, masyarakat dapat mengurangi risiko dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Dini Anggareni.

Dini menambahkan, partikel abu vulkanik yang terhirup berpotensi menimbulkan keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, hidung berair, hingga sesak napas pada kondisi tertentu. Selain gangguan pernapasan, paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.

  • Erupsi Gunung Anak Krakatau

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.