Menbud Siap Kolaborasi Hadirkan Museum Film yang Proporsional

Jumat, 28 Mar 2025, 08:10 WIB

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, Indonesia membutuhkan museum film sebagai tempat penyimpanan artefak dan ekosistem dengan beberapa layanan seperti studio untuk menonton sehingga mampu memperkenalkan film-film masa lampau bagi generasi selanjutnya.


Dia pun mengungkapkan tengah mencari dan akan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk perusahaan negara dalam hal ini BUMN yang memiliki gedung bersejarah namun  pemanfaatannya belum maksimal untuk dijadikan sebagai museum film.

Ket. Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah) berdiskusi dengan Parfi 56 yang digelar di Jakarta, Kamis (27/3/2025). — Sumber: ANTARA

"Memang ini menjadi pikiran kita juga, kita belum memiliki museum film Indonesia. Ada memang artefaknya di Sinematek tetapi milik yayasan. Mungkin lebih kepada storage ya, storage film itu pun menurut saya perlu tempat yang lebih proporsional, lebih layak. Kalau kita lihat museum film di negara lain itu hebat," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/3).



Pihaknya sudah memetakan bakal melakukan pertemuan dengan Perusahaan Film Negara terkait upaya untuk merealisasikan museum film yang representatif.



"Ada memang sebetulnya (perusahaan) BUMN yang sebenarnya terkait seni budaya pertama PFN itu film, kedua musik itu Lokananta, sastra itu Balai Pustaka," jelasnya.



Di Kementerian Kebudayaan, lanjut dia, ada program yang bertujuan untuk merestorasi film lama dan digitalisasi, tercatat hingga kini terdapat 100 film yang telah direstorasi dan digitalisasi.



Ia juga mengakui tengah berproses mengakuisisi sekitar 300 film Indonesia dengan salah satu yayasan. Namun, bila secara mandiri, Kementerian Kebudayaan memiliki sekitar 100 film yang telah direstorasi dengan anggaran negara.



"Ini PR kita, merawat artefak dari seluloitnya aja luar biasa, agak lebih mudah kalau musik. Musik itu ada di piringan hitam, atau di dalam master real to real yang menurut saya lebih mudah menjaganya ketimbang seluloit. Tapi film, saya kira banyak film Indonesia yang hilang yang mulai dari film pertama Lutung Kasarung sudah tidak jelas lagi di mana jejaknya, film 1930 an sudah tidak ada lagi," ujarnya pula.



Dengan tantangan tersebut, ia pun menegaskan pentingnya peran museum untuk merestorasi dan promosi film-film Indonesia.



Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56 Marcella Zalianty mengatakan, sinergi antara aktor film dan pemerintah dibutuhkan untuk perkembangan film Indonesia sehingga mampu menghadirkan ekosistem film yang sehat dan inovatif.


"Kami menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh pemerintah yang terus mendorong terciptanya ekosistem perfilman yang sehat, inovatif dan tetap mengakar pada nilai-nilai kebangsaan," kata Marcella.

  • Kementerian Kebudayaan

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.