Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Kemacetan dan Kecelakan, Pakar UGM Minta Pemudik Tertib Berlalu Lintas

📅 Rabu, 26 Mar 2025, 23:21 WIB | Oleh:
Antisipasi Kemacetan dan Kecelakan, Pakar UGM Minta Pemudik Tertib Berlalu Lintas Doc: Istimewa
Ket. Pakar dan peneliti dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dewanti,


JAKARTA - Pakar dan peneliti dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dewanti, menyarankan pemudik untuk tertib berlalu lintas. Hal ini penting untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakan selama mudik.

Dia menjelaskan, perlunya kewaspadaan perjalanan mudik melalui jalan arteri dan jalan alternatif dengan lalu lintas yang akan dipadati oleh kendaraan besar seperti truk dan bus, mobil penumpang, sepeda motor atau bahkan kendaraan tidak bermotor. Belum lagi adanya berbagai aktivitas masyarakat di tepian jalan seperti aktivitas pasar, pertokoan, dan para pedagang kaki lima yang meluber ke badan jalan.

“Kondisi seringkali pula menimbulkan kemacetan dan berpotensi terjadinya kecelakaan,” ujar Dewanti, dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (26/3).

Dia menjelaskan, kewaspadaan lain yang juga harus diperhatikan adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Cuaca yang terkadang sangat panas, dan tiba-tiba hujan sangat deras disertai angin merupakan tantangan tersendiri bagi para pemudik, khususnya pengguna sepeda motor.

"Kepanasan dan tiba-tiba hujan, disebutnya berpengaruh pada kondisi fisik pemudik. Tidak menutup kemungkinan, para pemudik mudah kelelahan atau mengantuk," jelasnya.

Dewanti menilai, kondisi tersebut tentu menjadi persoalan yang sering dialami apalagi pada kondisi jalan macet. Pihak pemerintah diharapkan mampu memberikan informasi titik-titik rawan kemacetan dan rawan bencana seperti banjir serta tanah longsor.

“Semua harus diidentifikasi dan diinformasikan secara luas kepada masyarakat, termasuk jalur alternatif atau jalur evakuasinya, agar masyarakat bisa memilih rute perjalanan yang aman”, tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.