Butt: Mimpi Man United Juara Liga Inggris 2028 “Tak Akan Terwujud”
📅 Sabtu, 22 Mar 2025, 10:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LONDON - Mantan gelandang Manchester United, Nicky Butt, menilai rencana besar Jim Ratcliffe untuk membawa klub menjuarai Liga Inggris pada tahun 2028 tidak akan menjadi kenyataan.
Project 150, yang merupakan cetak biru pemilik bersama MU, menargetkan kembalinya gelar liga ke Old Trafford dalam tiga tahun ke depan untuk merayakan ulang tahun ke-150 klub.
Namun, Butt menilai target itu mustahil tercapai, terutama setelah musim yang dia sebut sebagai "bencana." MU saat ini terdampar di peringkat ke-13 klasemen dan sudah menelan 12 kekalahan di Liga Inggris musim ini.
"Itu tidak akan terjadi. Masih sangat jauh. Menurut saya, bahkan jika Anda mengembalikan David Gill (mantan CEO) dan Sir Alex (Ferguson), itu tetap akan menjadi perjuangan berat. Klub berada di dasar gunung dengan pendakian yang sangat panjang,” ujarnya kepada Daily Mail.
MU terakhir kali menjuarai Liga Inggris pada musim 2012-2013—musim terakhir Ferguson sebelum pensiun—dan Butt, yang pernah melatih tim U-19 MU, yakin penantian klub untuk kembali menjadi juara Inggris masih akan berlangsung lama.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Klub besar seperti Man United pernah mengalami ini sebelumnya, harus menunggu begitu lama. Saya tidak berpikir ada klub yang punya hak mutlak untuk memenangkan Premier League,” ujarnya.
Mantan rekan setimnya, Ryan Giggs, tidak sepesimis Butt, meski mengakui MU membutuhkan banyak faktor yang mendukung jika ingin kembali bersaing dalam waktu singkat.
“Kita mungkin tidak percaya, tapi itu bisa terjadi. Kami pernah mengalami ini sebelum akhirnya juara liga pada 1992 (setelah 26 tahun puasa gelar), begitu juga Liverpool (yang harus menunggu 30 tahun untuk mengakhiri puasa gelar mereka),” ujar Giggs.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Klub memang butuh banyak pemain baru, tapi siapa tahu? Segalanya bisa berubah dalam waktu singkat jika semua berjalan dengan baik,” sambungnya.
Sementara itu, Butt juga mengkritik keputusan klub untuk menaikkan harga tiket, serta rencana memindahkan pemegang tiket musiman dari kursi dekat bangku cadangan demi paket korporat yang lebih mahal.
“Mereka menghukum orang yang salah. Ada banyak hal yang menurut saya mereka lakukan dengan salah, dan itu menyedihkan untuk dilihat. Ini bukan Manchester United yang saya kenal dan cintai,” tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!