Fintech iGrow dalam Pantauan, OJK Awasi Implementasi Action Plan
Selasa, 11 Mar 2025, 15:20 WIBJAKARTA â Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memantau secara ketat rencana perbaikan atau action plan yang diajukan oleh fintech peer-to-peer (P2P) lending PT iGrow Resources Indonesia (iGrow), menyusul semakin memburuknya tingkat wanprestasi (TWP90) perusahaan yang kini mencapai 81,18 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengungkapkan bahwa tingginya angka TWP90 iGrow merupakan dampak dari pendanaan bermasalah yang masih dalam proses penyelesaian.
âTingginya TWP90 iGrow merupakan dampak dari pendanaan bermasalah yang saat ini masih dalam proses penyelesaian baik melalui proses penagihan maupun melalui upaya hukum yang sedang dilakukan oleh iGrow,â kata Agusman dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (11/3).
OJK memastikan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap action plan yang diajukan iGrow guna menyelesaikan pendanaan bermasalah tersebut.
Fokus utama OJK adalah memastikan hak para pemberi dana dapat terpenuhi. Selain itu, Agusman menyebut bahwa iGrow juga sedang dalam proses peningkatan modal untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
âOJK terus memantau secara ketat action plan atas penyelesaian pendanaan bermasalah tersebut dengan fokus untuk memastikan hak Pemberi Dana dapat terpenuhi. Di sisi lain, iGrow juga sedang dalam proses peningkatan modal untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,â ujarnya lagi.
OJK sebelumnya telah memberikan surat peringatan kepada iGrow. Dalam surat tersebut, OJK meminta perusahaan untuk segera membuat action plan guna memperbaiki kualitas pendanaan.
OJK meminta penyelenggara jasa keuangan dengan TWP90 di atas 5 persen untuk segera membuat action plan guna memperbaiki kualitas pendanaannya, termasuk iGrow.
Lebih lanjut, otoritas juga terus melakukan monitoring atas komitmen pemegang saham dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi iGrow.
Hal ini mencakup upaya maksimal dalam penagihan serta penguatan permodalan agar perusahaan tetap bisa beroperasi sesuai regulasi yang berlaku.
Adapun industri fintech P2P lending secara umum masih menunjukkan pertumbuhan positif. Per Januari 2025, outstanding pembiayaan industri ini tercatat tumbuh 29,94 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan nominal mencapai Rp78,50 triliun. Sementara itu, TWP90 masih terjaga stabil di posisi 2,52 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Nadiem Makarim Minta Maaf, Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi.
-
Libur Paskah Jumat Ini Ragunan Disebu Wisatawan, Pengelola Imbau Pengunjung Waspada Cuaca Ekstrem
-
Amartha Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial bagi UMKM dan Ekonomi Akar Rumput
-
Demi Keamanan, Polda Lampung Kawal Pemudik Bersepeda Motor dari Bakauheni sampai Jalur Utama
-
KPK Benarkan Ada Intimidasi Pembakaran Rumah Saksi Kasus Suap Ijon Proyek Bekasi
-
Ancaman Kanker Serviks Mengintai Remaja, Dinkes Sulsel dan Unicef Bergerak Suntik 1.000 Siswa SMA
-
Joko Anwar Konfirmasi 'Pengabdi Setan 3' akan Rilis Tahun 2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.