Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Sekolah Rakyat
Jumat, 07 Mar 2025, 15:33 WIBJAKARTA - Pemerintah membentuk Tim Formatur dan Satuan Tugas Perceparan Sekolah Rakyat. Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengatakan, Kementerian/Lembaga yang nantinya tergabung ke dalam Satgas akan fokus mempersiapkan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat sesuai bidang masing-masing.Â
âJadi nanti Insya Allah didukung oleh kementerian, lembaga yang punya tugas dan fungsi di bidang tertentu,â ujar Mensos, dalam konferensi pers, Rabu (5/3).
Dia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan upaya nyata pemerintah memutus mata rantai kemiskinan dengan cara memuliakan masyarakat miskin dan miskin ekstrem, serta mendorong untuk bangkit dan berdaya. Dengan begitu, masyarakat miskin dan miskin ekstrem dapat mengambil peran dalam menciptakan Indonesia Emas 2045.
âPertama ini (Sekolah Rakyat) adalah bentuk konkret dari upaya presiden dalam rangka memuliakan orang miskin. Yang kedua juga mendorong orang miskin untuk bangkit, untuk lebih maju, lebih berdaya, dan nanti berperan signifikan pada Indonesia emas di tahun 2045,â jelasnya.
Mensos mengungkapkan, Sekolah Rakyat akan dibangun untuk jenjang SD hingga SMA. Terkait lokasi pembangunan pihaknya masih harus berkoordinasi dengan pemerintahd daerah.
"Nanti kita lihat mana yang dimulainya SMA dimana, SD dimana, SMP dimana. Lagi dikaji," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh menilai, pemerintah sudah mengambil langkah yang benar untuk membangun Sekolah Rakyat ini. Menurutnya berbagai kajian, baik akademik maupun empirik, menunjukan bahwa pendidikan terbukti merupakan salah satu faktor pemoton rantai kemiskinan.
Dia melanjutkan, lewat Sekolah Rakyat kepercayaan diri masyarakat miskin dan miskin ekstrem bertumbuh dan bisa bangkit memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia. Menurutnya, pendidikan bagi kaum dhuafa merupakan kunci untuk mencapai Indonesia emas.
âSaatnya sekarang kaum dhuafa bangkit. Punya self-confidence yang kuat, punya masa depan yang sangat jelas melalui dunia pendidikan kita,â katanya.
Nuh menuturkan, dalam pendirian sekolah rakyat dengan konsep boarding school (asrama), ada berbagai aspek yang harus dipertimbangkan. Hal itu mencakup perizinan sekolah, tenaga pendidik, dan juga kurikulum.
"Selain itu, tata kelola dan kendali kualitas juga penting karena menyangkut pemantauan kualitas sekolah," terangnya.
Berita Terkait:
-
Pedasnya Harga Cabai Rawit di Pasar Cipete, Jelang Idul Adha Capai Rp90 Ribu
-
Tingkatkan Keselamatan Perjalanan, Kemenhub Intensifkan Rampcheck Bus Selama Libur Sekolah 2026
-
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Tegaskan Pemerintah Prabowo Terbuka terhadap Kritik
-
11 Bulan Berjalan, Sekolah Rakyat Cetak Siswa Lebih Disiplin dan Percaya Diri
-
Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi.
-
Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat Lombok Timur Prioritaskan Warga Miskin
-
Usai Kunjungan Trump, Tiongkok Borong 200 Pesawat Buatan AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.