- Home
-
- Luar Negeri
-
- Buntut Cekcok dengan Zelen...
Buntut Cekcok dengan Zelensky, Trump Tangguhkan Bantuan Militer untuk Ukraina
Selasa, 04 Mar 2025, 09:33 WIBWASHINGTON - Presiden AS Donald Trump menangguhkan bantuan militer ke Ukraina pada hari Senin (3/3), kata seorang pejabat Gedung Putih, meningkatkan tekanan tajam pada Kyiv untuk menyetujui negosiasi perdamaian dengan Russia.
Langkah tersebut dilakukan beberapa hari setelah pertikaian publik yang mengejutkan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Trump, yang menginginkan diakhirinya perang dengan cepat.Â
Trump pada hari Senin sebelumnya menolak untuk mengesampingkan jeda ketika ditanyai oleh wartawan, namun gangguan apa pun dalam aliran senjata AS ke garis depan akan dengan cepat melemahkan peluang Ukraina untuk mengalahkan Russia.
"Presiden telah menegaskan ia berfokus pada perdamaian. Kami ingin mitra kami juga berkomitmen pada tujuan itu," kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP, yang berbicara dengan syarat anonim.Â
"Kami menghentikan sementara dan meninjau kembali bantuan kami untuk memastikan bahwa bantuan tersebut memberikan kontribusi terhadap solusi," pejabat tersebut menambahkan.Â
Trump pada hari Senin juga memperingatkan, dia "tidak akan mentolerir" sikap menantang Zelensky lebih lama lagi, dan mengatakan pemimpin Ukraina itu seharusnya "lebih menghargai" dukungan AS.
Berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan Zelensky "tidak akan bertahan lama" tanpa kesepakatan gencatan senjata dengan Moskow.
Penghentian tersebut berlaku segera dan mempengaruhi persenjataan senilai ratusan juta dolar yang sedang dikirim ke Ukraina, demikian laporan New York Times.
Sementara itu, pada hari Senin Zelensky mengatakan, ia mengupayakan agar perang berakhir "secepat mungkin."
Komentar itu muncul setelah presiden Ukraina menuduh Russia tidak serius dalam mewujudkan perdamaian.
Zelensky bersikeras bahwa jaminan keamanan yang ketat adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik.
Namun sikap Trump telah menjungkirbalikkan dukungan AS terhadap Ukraina, dan sekutu Washington secara lebih luas, dan memicu kekhawatiran tentang Amerika Serikat yang beralih ke Russia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Gebrakan Baru Donald Trump, Tuding Tiongkok Campur Tangan dalam Pemilu 2020
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Ditandatangani di Eropa Dalam Beberapa Hari ke Depan
-
Buka Akses Global untuk Santri, Gubernur Khofifah Luncurkan Beasiswa LPPD Jatim 2026
-
Kasus yang Melingkungi Proyek Marina Bay City Belum Juga Kelar
-
Timnas Ekuador: Generasi Emas Andes yang Siap Menantang Pesaing di Piala Dunia 2026
-
Aturan Tak Tertulis Berpakaian Anggota Kabinet, Ternyata Trump Tidak Menyukai Sepatu Coklat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.