Pasar Harap-harap Cemas Manantikan Rilis Data Inflasi dan Depresiasi Rupiah, Cek Prediksi IHSG
📅 Senin, 03 Mar 2025, 08:55 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren negatif, awal pekan ini. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sejumlah sentimen negatif, baik dari dalam maupun luar negeri.
VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi melihat pasar menantikan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai inflasi pada Februari lalu. Menurutnya, jika terjadi deflasi pada Februari lalu, maka dampak terhadap pasar cukup signifikan karena mengisyaratkan pelemahan daya beli masyarakat.
Selain itu, lanjut Audi, depresiasi rupiah terhadap dollar AS masih menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan. Karenanya, Audi memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Senin (3/3), bergerak mixed cenderung melemah dengan support di level 6.160 dan resistance di posisi 6.450.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/3) sore, ditutup melemah 214,85 poin atau 3,31 persen ke posisi 6.270,60, seiring pelaku pasar, utamanya asing khawatir di tengah penerapan kebijakan tarif oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Bursa saham regional Asia melemah, dimana pasar bergulat setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa tarif terhadap Meksiko dan Kanada akan tetap diberlakukan pekan depan, sementara Tiongkok akan dikenai tarif tambahan sebesar 10 persen,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!