PTN Dukung Efisiensi Anggaran dengan Syarat Tak Ganggu Layanan Tri Darma Perguruan Tinggi
Sabtu, 01 Mar 2025, 03:06 WIBJAKARTA - Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mendukung efisiensi anggaran dengan syarat-syarat tertentu. Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Eduart Wolok, mengatakan efisiensi anggaran jangan sampai mengganggu layanan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Eduart Wolok.
âTerkait efisiensi tentu kami dari perguruan tinggi mendukung, akan tetapi memang dukungan yang kami bisa berikan tentu dengan tetap mengedepankan layanan Tri Dharma yang harus kami jaga di Âperguruan tinggi,âujar Eduart, saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi X DPR RI, di Jakarta, pekan lalu.
Dia menerangkan, PTN kesulitan menyesuaikan akibat perbedaan tahun akademik yang berjalan Agustus-Juli dengan tahun anggaran yang berlangsung Januari-September. Terkait hal tersebut, penyesuaian pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Eduart menyebut, pemotongan anggaran dari 22,54 triliun rupiah menjadi 14,3 triliun rupiah berdampak besar. Menurutnya, tanpa ada efisiensi anggaran sekalipun, perguruan tinggi sudah kesulitan.
âNanti orang bilang kok perguruan tinggi mengeluhnya kurang terus? Karena basically kondisi sebelum efisiensi pun sebenarnya kita kurang,â jelas Rektor Universitas Negeri Gorontalo itu.
Uang Kuliah
Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Nurhasan, mengatakan, efisiensi anggaran jangan sampai berdampak pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. Menurutnya, kadang kampus menyiasati anggaran dengan melakukan subsidi silang dari berbagai jalur penerimaan. âMasalah UKT mahasiswa ini tidak boleh naik, dan kita sepakati itu,â ucapnya.
Dia mengungkapkan, kebijakan UKT di perguruan tinggi negeri yang tidak ujug-ujug ditetapkan begitu saja. Penetapan UKT mesti melalui rancangan yang matang atau by-design dan by-system berdasarkan kajian mendalam dan koordinasi dengan kementerian.
âKarena itulah, penentuan UKT berdasarkan beberapa kategori itu sudah by-system berdasarkan tingkatan atau kondisi ekonomi orang tua atau keluarga yang diisi mahasiswa di awal,â tuturnya.
Nurhasan menekankan, keterbatasan anggaran menuntut perguruan tinggi harus bisa fokus pada sektor strategis atau prioritas. Perguruan tinggi harus bisa maksimalisasi pemanfaatan aset, terutama bagi PTN-BH.
âKalau kita lihat, kondisi anggaran di PTN yang kadang harus disubsidi silang dari UKT mahasiswa berbagai jalur penerimaan. Untuk itu, ini memang butuh prioritas, relaksasi kebijakan, dan kolaborasi,â katanya. Â ruf/S-2
- Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
- Efisiensi Anggaran
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Dipangkas 50 Persen, Perjalanan Dinas Kini Lebih Selektif atau Sekadar Simbolis?
-
Halal bi Halal: Dari Tradisi Muhammadiyah hingga Solidaritas Global
-
Abaikan Kritik Dunia, Junta Myanmar Tetap Gelar Fase Terakhir Pemilu
-
Kepala BGN Sebut Anggaran EO Rp113 Miliar Jadi Solusi Keterbatasan SDM
-
Proliga 2026: Kejutan, Jakarta Garuda Jaya Kalahkan Juara Bertahan
-
SNPMB Perpanjang Registrasi Akun hingga 2 Februari 2026, Cek Syarat dan Tahapannya
-
Trump Bersikukuh Kuasai Greenland dengan Cara Damai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.