BKSDA Bali Lepas Liarkan Lima Ekor Penyu Sisik di Nusa Penida
📅 Selasa, 25 Feb 2025, 23:13 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Denpasar - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Bulih Bali Nusa Penida melepasliarkan lima ekor penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Selasa.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari usaha penyelamatan satwa liar dilindungi Undang-Undang.
Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko dalam keterangannya di Denpasar, Selasa, menyampaikan pelepasliaran penyu bukan hanya tentang satu individu, melainkan tentang kolaborasi berbagai pihak yang peduli untuk menjaga keseimbangan alam.

"Melalui kerja sama yang solid, kita bisa memberikan harapan baru bagi penyu, melestarikan mereka untuk generasi mendatang," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya konservasi satwa dan pemulihan populasi penyu di alam liar.
Lima ekor penyu sisik yang dilepasliarkan merupakan satwa hasil penyelamatan yang dilakukan oleh KPP Bulih Bali Nusa Penida dan telah menjalani proses rehabilitasi, guna memastikan kondisinya kembali sehat dan siap dilepaskan kembali ke alam.
Melalui kegiatan pelepasliaran satwa dimaksud, kata Ratna, diharapkan dapat menguatkan dan meningkatkan populasinya di alam, serta memotivasi seluruh penggiat konservasi untuk terus bekerja sama dalam mewujudkan “Living In Harmony with Nature”.
Sebaiknya Anda baca juga:
BKSDA Bali juga menegaskan pentingnya menjaga habitat alami penyu agar tetap lestari. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tidak menangkap, memperdagangkan, atau memelihara satwa liar yang dilindungi tanpa izin, karena tindakan tersebut melanggar undang-undang dan dapat berdampak negatif terhadap kelestarian spesies.
Balai KSDA Bali juga berharap kegiatan pelepasliaran satwa jenis penyu sisik ini dapat menjadi salah satu bentuk implementasi dari ajaran Tri Hita Karana yaitu menjaga hubungan keseimbangan antara manusia dengan alam.
Selain itu, semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kelangsungan konservasi satwa liar di Provinsi Bali.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!