Pasar Cermati Data Pekerjaan AS, Intip Proyeksi IHSG
Jumat, 21 Feb 2025, 09:35 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berÂpotensi menguat terbatas, jelang akhir pekan ini. Selain pergerakan rupiah, sentimen utama dari IHSG adalah perÂkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS).
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat paÂsar mencermati data pekerjaan AS dan outflow dari IHSG. Karenanya, Herditya memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Jumat (21/2), bergerak menguat dalam jangka pendek dengan level support di 6.728 dan resistance di 6.812.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/2) sore, ditutup melemah 6,83 poin atau 0,10 persen ke posisi 6.788,04, mengikuti pelemahan bursa saham kawasÂan Asia.
âIHSG dan bursa saham regional Asia melemah seiring sikap pelaku pasar yang merespons notulen risalah The Fed Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian perdamaian Rusia dan Ukraina,â sebut Tim Riset Pilarmas Investindo SekuriÂtas dalam kajiannya di Jakarta.
Dalam risalah The Fed, yang mana kesiapan mempertaÂhankan suku bunga di tengah inflasi yang tinggi dan ketiÂdakpastian kebijakan ekonomi.
Keputusan The Fed tentunya mencermati dinamika atas kebijakan dari Presiden AS Donald Trump, karena kebijakÂan tarif berpotensi akan mendorong inflasi dan juga gejolak perekonomian global.
Hal itu memberikan dasar The Fed untuk menahan suku bunga hingga inflasi terlihat membaik, sehingga pasar memÂpunyai gambaran bahwa The Fed berpotensi menahan suku bunga acuan lebih lama lagi, yang tentunya juga berefek terÂhadap prospek suku bunga bank-bank sentral dunia.
Selain itu, perhatian pasar lainnya pada kondisi harapÂan perdamaian Rusia-Ukraina yang juga menjadi perhatian Presiden AS Donald Trump.
Pasar mengkhawatirkan rencana misi perdamaian gagal, sebelumnya Donald Trump mengecam Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebagai diktator dan memperingatÂkan bahwa harus bergerak cepat untuk mengamankan perÂdamaian atau berisiko kehilangan negaranya, sehingga ini akan memperdalam perseteruan antara kedua pemimpin tersebut yang telah membuat khawatir para pejabat Eropa.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi keÂdua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Data Center Jatiluhur Butuh Air 33 Juta Liter per Hari, PAM Jaya Diminta Waspada
-
Tak Perlu Bergantung Beras, Bupati Jayawijaya Minta Warga 328 Kampung Serbu Tanam Umbi
-
Trump Bentuk Super Intelligence Force untuk Kuasai Masa Depan AI AS
-
Dirut Perum Bulog Pastikan Distribusi Beras di Kalimantan Tetap Berjalan
-
Jet Penumpang C919 Tiongkok Tembus Penerbangan Internasional, Ambisi Goyang Dominasi Boeing-Airbus
-
BEI Luncurkan ETF Emas, Perluas Akses Investasi di Pasar Modal Indonesia
-
Pemkot Surabaya Tertibkan Pengelolaan Sampah Ilegal di 7 Tanah Aset
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.