Kriya Bukan Sekadar Kerajinan, tapi Penggerak Ekraf Indonesia
Senin, 17 Feb 2025, 00:00 WIBJAKARTA - Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga, Sudaryano Rahmalifman Lamangkona mengatakan produk kriya dan fesyen memiliki peluang untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia di sektor ekonomi kreatif (ekraf).
"Peluang sektor kriya Indonesia ini tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia dalam industri kerajinan, tetapi juga akan memberikan kontribusi pada sektor ekonomi kreatif dengan target mencapai 27,53 miliar dollar AS, sebagaimana data dari Kemenparekraf pada 2024," ujar Sudaryano, dikutip dari keterangan resmi Kementerian UMKM di Jakarta, Minggu (16/2).
Lebih lanjut, Sudaryano mengatakan, berdasarkan data Ditjen Bea dan Cukai pada semester I-2024, nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia telah mencapai 12,36 miliar dollar AS atau sebesar 197,8 triliun rupiah.
"Angka ini naik sebesar 4,46 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada semester I-2023. Adapun yang mendominasi adalah ekspor pada subsektor kriya dengan nilai 4,75 miliar dollar AS," ujarnya.
Dia menjelaskan hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan pasar global secara signifikan terhadap produk kriya dan fesyen sebagai ciptaan dan kreasi dari anak bangsa.
"Tentu upaya ini harus dilakukan secara bersama-sama dengan konsep kolaboratif sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto," kata dia.
Kementerian UMKM, lanjut dia, telah berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan dan pengembangan UMKM di seluruh tanah air.
Adapun komitmen ini salah satunya diimplementasikan melalui pembentukan UMKM holding yang bertujuan untuk menghubungkan UMKM dengan industri yang lebih besar sehingga dapat membentuk rantai pasok kepada industri-industri tersebut.
Pameran Lokal
Sudaryano mengatakan satu upaya untuk memperluas pasar dan memperkenalkan kekayaan budaya sebagai instrumen kreatif dalam meraih keunggulan kompetitif di pasar global adalah melalui kegiatan atau pameran lokal seperti Purworejo Expo 2025 yang digelar baru-baru ini.
"Kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya keberlanjutan serta mendorong seluruh komunitas kerajinan dan pengusaha UMKM untuk menambah informasi dan pengetahuan guna mengasah keterampilan khususnya pada sektor UMKM," kata Sudaryano.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kebakaran Hanguskan Rumah di Tanjung Barat Jaksel, Satu Orang Meninggal
-
Setop Beli Minyak Russia, Trump Turunkan Tarif India Menjadi 18%
-
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo Ingin Festival Bedug Tetap Jadi Tradisi Ramadan di Jakarta
-
Pencak Silat Militer Kodam Palaka Wira, 1.247 Pesilat Ikut Berlaga
-
Tutup Celah Shadow AI, Saviynt Luncurkan Solusi Keamanan Identitas Pertama untuk Agen AI Otonom
-
Apindo: Resiliensi Industri Kunci Bertahan dari Dampak Konflik Timur Tengah
-
Hati-hati! "Lubang Maut" Kedalaman 3 Meter Muncul di Cipayung, Jalur Jaktim-Bekasi Putus Total
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.