Film Animasi 'Ne Zha 2' Cetak Rekor Box Office di Tiongkok
Senin, 17 Feb 2025, 14:50 WIBFilm animasi TiongkokâNe Zha 2â meraup lebih dari 10 miliar yuan (1,37 miliar dollar AS) sejak dibuka pada 29 Januari selama liburan Tahun Baru Imlek, mencetak rekor box office baru di negara itu, menurut data dari situs penjualan tiket Tiongkok Maoyan.Â
Sensasi box office ini diadaptasi dari mitologi Tiongkok dan secara longgar didasarkan pada novel Fengshen Yanyi, atau Penobatan Para Dewa, yang ditulis pada masa Dinasti Ming (1368-1644).
Dalam film tersebut, seorang anak laki-laki bernama Ne Zha, yang lahir dengan takdir jahat dan kekuatan besar, berjuang melawan takdirnya dan mengalahkan penjahat bersama sahabatnya Ao Bing.
Menurut novel tersebut, Ne Zha lahir di Chentang Pass pada masa Dinasti Shang (abad ke-16-11 SM). Akan tetapi, lokasi Chentang Pass dalam kehidupan nyata masih kontroversial.Â
Diproduksi dan didistribusikan di dalam negeri, film ini dengan mudah melampaui film teratas sebelumnya, drama perang âThe Battle At Lake Changjinâ (2021), dan menggeser âNe Zha (2019)â yang asli ke posisi kelima dalam daftar sepanjang masa.
Sinema Tiongkok akhir-akhir ini didominasi oleh judul-judul dalam negeri, hanya beberapa film dari waralaba blockbuster seperti âAvengersâ (2012 hingga sekarang) dan âFast & Furiousâ (2001 hingga sekarang) yang muncul sebagai film impor populer.
Berkat kesuksesannya, âNe Zha 2â kini menjadi film terlaris di dunia dalam satu pasar. Menurut Hollywood Variety, rekor sebelumnya dipegang oleh âStar Wars: The Force Awakensâ (2015), yang menghasilkan 936,7 juta dollar AS di Amerika Utara saja.
Film ini juga diperkirakan akan menjadi film animasi terbesar di dunia sepanjang masa, menurut Xinhua.
Pencapaian bersejarah film animasi ini menandai kebangkitan setelah box office Tiongkok mengalami penurunan 23 persen pada tahun 2024.
Efek visual yang spektakuler dan karakter yang memukau dari âNe Zha 2â membantu popularitasnya menyebar dari mulut ke mulut dan perbincangan di media sosial. Hal ini juga menjadi dorongan bagi pemerintah Tiongkok, yang tengah berupaya meningkatkan konsumsi domestik.
Film dianggap membantu menarik konsumen untuk berbelanja, terutama karena sebagian besar bioskop di negara tersebut terletak di dalam mal.
Industri kreatif domestik Tiongkok terkenal dengan film-filmnya yang bergenre laga dan sejarah, tetapi telah melakukan diversifikasi dan meningkatkan kualitas produksinya.
Produksi-produksi Hollywood hingga saat ini berjuang untuk mendapatkan tempat di pasar, karena distributor menghadapi permintaan dari Beijing untuk mengubah adegan-adegan sensitif atau waktu perilisannya.
Jumlah film asing yang dirilis di negara tersebut meningkat pada 2024, termasuk âDeadpool & Wolverineâ dari Walt Disney Co, yang disetujui meskipun kontennya tidak sopan dan penuh kekerasan.
âGodzilla X Kong: The New Empireâ dan anime karya animator utama Jepang Hayao Miyazaki âThe Boy And The Heronâ (2023) berada di 10 film terpopuler di Tiongkok pada 2024. Film fiksi ilmiah âAlien: Romulusâ berada di urutan berikutnya.Â
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Anjlok Tajam setelah Trump Sebut Perang Melawan Iran akan Segera Berakhir
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Berantas Judol, Gubernur Pramono Instruksikan Satpol PP Sisiri QR Code di Ruang Publik
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Semarakkan Mudik Lebaran 1447 H, KAI Wisata Hadirkan Hiburan Budaya hingga Pembagian Takjil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.