RI dan Turki Sepakat Menyelesaikan Perjanjian CEPA
Kamis, 13 Feb 2025, 01:10 WIBJAKARTA - Presiden RI, Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dan Turki telah sepakat menyelesaikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dan memperluas akses pasar untuk produk kedua negara.
Presiden Prabowo dalam pernyataan pers bersama usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu mengatakan kedua pemimpin negara berkomitmen meningkatkan perdagangan Indonesia-Turki yang saling menguntungkan, termasuk mempercepat finalisasi kesepakatan CEPA.
âKami sepakat untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk kedua negara,â kata Prabowo.
Presiden menilai kemitraan Indonesia dan Turki ditujukan untuk kemakmuran rakyat kedua negara, serta untuk tatanan dunia baru yang lebih baik, yang mengarah pada perdamaian dan stabilitas dunia.
Dalam kunjungan kenegaraan Presiden Erdogan ke Indonesia, kedua pemimpin juga melaksanakan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi (High Level Strategic Cooperation Council).
Menurut Presiden, pertemuan bilateral dan pertemuan HLSCC ini membuktikan bahwa kemitraan Indonesia dan Turki sangat kokoh dan solid.
âHari ini juga ada High Level Strategic Cooperation Council Meeting yang pertama. Sekali lagi terima kasih. Indonesia tidak banyak memiliki mekanisme bilateral reguler tingkat kepala negara,â kata Presiden. Prabowo.
Turut hadir dalam kesempatan itu sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Duta Besar RI untuk Republik Turki Achmad Rizal Purnama.

Sebagai Hub
Direktur Eksekutir Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti yang diminta pendapatnya mengatakan, langlah tersebut sangat baik untuk Indonesia, karena di tengah ekonomi yang sulit maka harus memperluas destinasi pasar ekspor di luar negara-negara yang sudah menjadi mitra pasar dagang tradisional.
Tidak hanya itu, diferensiasi produk juga harus dilakukan, dengan lebih fokus pada produk yang menjadi unggulan Indonesia. âIni tentunya tidak hanya sebatas agreement antar dua negara tetapi juga harus direalisasikan dengan mendorong dan memfasilitasi produsen agar produknya bisa diekspor ke Turki. Tentunya harus memenuhi peraturan dan standar negara Turkey,â kata Esther.
Pasar Turkey paparnya sangat prospektif karena marketnya besar. Lagi pula Turkey berbatasan dengan negara negara Eropa dan Asia. Turkey itu bisa menjadi hub bagi pasar produk Indonesia di negara Eropa lainnya.
âTinggal bagaimana cara membuat produk Indonesia diterima di sana maka standarnya harus dipenuhi, agar bisa memenuhi standar maka produsen harus didorong dan diberi bimbingan teknis. Kalau perlu difasilitasi agar bisa ekspor ke sana,âpungkas Esther.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Trump Restui Rencana Perdamaian 28 Poin untuk Akhiri Perang Russia–Ukraina
-
Lawatan Presiden Prabowo ke Abu Dhabi Pertegas Posisi Indonesia dalam Peta Kemitraan Global
-
PLN Tancap Gas! Tujuh Lokasi PLTSa Disulap Jadi Proyek Percontohan Nasional
-
Yoon Mulai Jalani Masa Tahanan
-
Presiden Minta SDM RI Siap Bersaing Global
-
Anomali Cuaca, BMKG Ingatkan Hujan di Musim Kemarau Berdampak Ganda Bagi Sektor Pertanian
-
Dosen Teknik Mesin UGM Menyatakan Indonesia Berpeluang Mewujudkan Mobil Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.