Muhaimin Iskandar Sebut Sistem Data Tunggal Masyarakat Perlu Diperkuat AI
Selasa, 11 Feb 2025, 18:20 WIBJakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengatakan sistem data tunggal sosial ekonomi masyarakat Indonesia perlu diperkuat oleh teknologi kecerdasan buatan (AI), misalnya verifikasi identitas menggunakan pemindaian retina mata.
"Ke depan, mau tidak mau, data tunggal sosial ekonomi nasional harus diperkuat dengan AI misalnya, identitas menggunakan retina mata. Jadi, orang enggak bisa sembarangan mengambil data ganda dari bantuan sosial," kata Muhaimin di Jakarta Selatan, Selasa (11/2).
Dalam kesempatan itu, Muhaimin bercerita bahwa pemerintah kini telah berhasil membuat data tunggal masyarakat Indonesia setelah beberapa kali percobaan.
Dengan kesadaran pentingnya data tunggal, Muhaimin menyadari pentingnya integrasi AI dengan percepatan digitalisasi pada sektor ini sehingga pemerintah dapat lebih produktif dalam melayani kebutuhan masyarakat.
"Dengan kesadaran pentingnya data tunggal ini maka kita memasuki sebuah era di mana akhirnya membutuhkan AI untuk menjadi bagian integral dari era percepatan memanfaatkan seluruh teknologi bagi upaya kita berperan lebih produktif terutama pemerintah dalam melayani seluruh kebutuhan masyarakat kita," ujar dia.
Di sisi lain, Muhaimin juga menekankan di tengah perkembangan dan inovasi bidang teknologi, salah satunya dengan kehadiran AI, pemanfaatannya perlu mengedepankan prinsip etika, transparansi, dan keadilan.
Diketahui, Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf memastikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan segera digunakan sehingga penerima bantuan sosial dari pemerintah bisa tepat sasaran.
"Sesuai arahan Presiden (Presiden Prabowo Subianto, red.), kita harus mengentaskan kemiskinan secara kolaboratif, sinergis, dan hasilnya signifikan," katanya.
Terkait dengan hal itu, pihaknya harus membuat perencanaan yang baik mengenai bagaimana berbagai intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran yang dimulai dengan membuat data terbaru (DTSEN, red.) yang tunggal, sehingga masalah pengentasan kemiskinan menjadi intervensi semua kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Ia mengharapkan penggunaan data tunggal yang disebut DTSEN itu dapat direalisasikan pada tahun 2025.
- kecerdasan artifisial (AI)
Redaktur: Andreas Chaniago
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Paskibraka Surabaya, Berlatih Sampai Hari Gelap
-
Plan Indonesia Terima Kunjungan Puluhan Relawan Muda dari Korea Selatan-Indonesia Perbaiki Sekolah dan Lingkungan di Jakarta
-
Wakil Presiden Bank of America Tewas dalam Serangan Pisau di Times Square, Polisi Tembak Pelaku
-
Jonatan Christie Tak Mampu Atasi Victor Lai di Perempat Final China Open
-
Sebulan Tak Hujan, Ribuan KK di Lombok Barat Alami Krisis Air
-
Demi Amal, Rolex akan Melelang 4 Jam Tangan Cosmograph Daytona Bertatahkan Permata yang Unik
-
BPS Catat Harga Beras Masih Naik di 116 Kabupaten/Kota, Siapa yang Diuntungkan?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.