MU Incar “Hattrick” Kemenangan atas Leicester
Jumat, 07 Feb 2025, 06:13 WIBMANCHESTER - Manchester United akan menjamu Leicester City di Old Trafford dalam laga putaran keempat Piala FA, Sabtu (82) dini hari WIB. Klub berjuluk Setan Merah itu bertanding dalam laga tersebut setelah mencatatkan performa kandang terburuk dalam 131 tahun terakhir pada pekan lalu.
Lima kekalahan dalam tujuh laga kandang di Liga Inggris di bawah asuhan Ruben Amorim sudah lebih banyak dibandingkan yang dialami kompatriotnya, José Mourinho, selama dua setengah tahun di MU. Amorim kini harus segera memperbaiki catatan buruk tersebut saat menghadapi sesama tim papan bawah di klasemen Liga Inggris.
Kekalahan 2-0 dari Crystal Palace di Old Trafford pada Minggu (2/2) lalu menambah catatan buruk MU yang belum pernah terjadi sejak abad ke-19.
Meski Amorim telah mencatatkan kemenangan bersejarah atas Manchester City dan Arsenal di putaran ketiga Piala FA, MU takluk dengan mudah dari Nottingham Forest, Bournemouth, Newcastle United, Brighton & Hove Albion, serta Palace di Theatre of Dreams.
Saat ini âSetan Merahâ masih tertahan di papan bawah klasemen, menempati peringkat ke-13 dengan hanya unggul tiga poin dari Everton di posisi ke-16. Dengan situasi ini, Piala FA dan Liga Eropa menjadi satu-satunya jalan Ârealistis bagi mereka untuk kembali ke kompetisi Eropa musim depan.
Menjelang laga ini, Amorim mengakui bahwa tekanan di Old Trafford semakin besar. âKami paham performa kandang belum cukup baik, dan kami harus segera mengubahnya. Ini bukan hanya soal taktik, tapi juga mentalitas. Kami harus lebih agresif dan memanfaatkan setiap peluang,â ujar Amorim.
Undian ini sebenarnya menguntungkan tuan rumah, terlebih MU memiliki catatan impresif di Piala FA saat bermain di Old Trafford. Dalam 18 pertandingan terakhir di ajang ini, MU tak pernah kalah dalam waktu normal, dengan 16 kemenangan. Arsenal adalah tim terakhir yang menang di Old Trafford di musim 2014-2015.
Leicester juga merupakan lawan yang sudah dikalahkan MU beberapa kali musim ini. Menariknya, pelatih Leicester saat ini justru merupakan sosok yang membawa MU meraih dua kemenangan tersebut.
Ruud van Nistelrooy menukangi MU saat menang 5-2 dan 3-0 atas Leicester di Piala Liga dan Liga Inggris, sebelumditunjuk sebagai pelatih The Foxes beberapa pekan setelahnya.
MU kini berpeluang mengalahkan tim yang sama tiga kali di kandang dalam satu musim untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Namun, mereka juga harus waspada, karena setelah memenangkan dua pertemuan pertama di Piala FA melawan Leicester, MU kalah dalam pertemuan terakhir pada tahun 2021. Saat itu, Leicester menang di perempat final Piala FA di King Power Stadium sebelum menjuarai turnamen tersebut.
Musim lalu, perjalanan Leicester di Piala FA terhenti di perempat final setelah kalah dari Chelsea saat masih berstatus tim Championship. Namun, saat ini situasi mereka jauh lebih buruk dibandingkan musim lalu.
Bahkan untuk mempertahankan catatan tujuh kemenangan dalam delapan laga putaran keempat terakhir tampaknya akan sulit, terutama setelah kekalahan telak di Goodison Park akhir pekan lalu.
Hanya sepekan setelah kemenangan atas Tottenham Hotspur, Leicester dihancurkan 4-0 oleh Everton, membuat The Toffees unggul sembilan poin dari dalam persaingan menghindari degradasi.
Minimnya aktivitas di bursa transfer juga semakin memperberat tugas Van Nistelrooy dalam upayanya mengangkat performa tim.
Piala Liga
Sementara itu Newcastle meÂmastikan tempat di final Piala Liga setelah menang 2-0 atas Arsenal dalam leg kedua semifinal, Kamis (6/2) dini hari WIB. Hasil tersebut mengamankan kemenangan agregat 4-0. Jacob Murphy membuka skor di babak pertama, sebelum Anthony Gordon menambah keunggulan di St Jamesâ Park.
The Magpies (julukan Newcastle), yang kini telah meÂngalahkan Arsenal tiga kali musim ini, akan menghadapi Liverpool atau Tottenham dalam laga final Wembley pada tanggal 16 Maret. Ini menjadi kesempatan besar bagi Newcastle untuk meraih trofi utama pertama sejak Piala FA 1955.
Setelah kemenangan impresif 5-1 atas Manchester City, Arsenal harus menerima kenyataan pahit dengan tersingkir dari Piala Liga. Tim asuhan Mikel Arteta kembali menunjukkan kelemahan di lini depan akibat absennya Gabriel Jesus dan Bukayo Saka.
Martin Ãdegaard sempat mendapat peluang emas, tetapi gagal memanfaatkannya sebelum Newcastle mencetak gol pertama. Kesalahan kiper Arsenal, David Raya, akhirnya dimanfaatkan Gordon untuk memastikan kemenangan di menit ke-52.
Newcastle kini selangkah lagi menuju sejarah, sementara Arsenal kembali kehilangan kesempatan meraih trofi di bawah Arteta. ben/AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Rajungan Indonesia Menyerbu Amerika, KKP Terbitkan Izin Ekspor 292 Buah
-
Wali Kota Serang Sambut Peserta HPN 2026 dalam Jamuan Makan Malam
-
Personel SAR Detasemen Perintis Terjun Langsung Tolong Korban Banjir di Cilincing
-
Thailand Hujani Serangan Udara di Perbatasan Sengketa, Ketegangan dengan Kamboja Melejit
-
Apa Hubungan Musik dan Otak? Pemerintah Membuka Penelitian Hubungan Musik dan Otak
-
Semifinal Piala FA: Chelsea Kontra Leeds, City Ditantang Southampton
-
Persija Tumbangkan Arema FC
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.