Dimakzulkan DPR, Wapres Filipina Siap Maju Pilpres 2028

Jumat, 07 Feb 2025, 15:30 WIB

MANILA - Wakil Presiden Filipina Sara Duterte menyatakan belum berniat untuk mengundurkan diri dan akan mencalonkan diri sebagai presiden meskipun dimakzulkan secara dramatis minggu ini oleh DPR.

Dalam komentar publik pertamanya sejak pemakzulan pada Jumat (7/2), wanita berusia 46 tahun yang kini memiliki hubungan yang buruk dengan Presiden Ferdinand Marcos, mengatakan kasus tersebut sekarang berada di tangan pengacaranya.

Ket. Foto: Wakil Presiden Filipina Sara Duterte memberikan pernyataan tentang pengaduan pemakzulan yang diajukan terhadapnya di kantornya di Mandaluyong, Metro Manila pada 7 Februari 2025. — Sumber: AFP

"Tim hukum masih mempersiapkan pembelaan dan (memutuskan) apa yang akan kami lakukan ke depannya," katanya. Ia mengaku belum membaca dakwaan terhadapnya dan mendesak para pendukungnya untuk "percaya" pada kemenangan akhirnya.

Ketika ditanya apakah ia sudah memikirkan soal pengunduran diri, wakil presiden itu berkata: "Kami belum sampai pada titik itu, Bu."

Setelah pemungutan suara pemakzulan di DPR, Senat akan memutuskan apakah akan mencopotnya dari jabatan sebagai wapres.

Jika terbukti bersalah dalam persidangan Senat, ia akan dilarang mencalonkan diri untuk jabatan publik di masa mendatang, sesuatu yang dapat dihindari jika ia mengundurkan diri terlebih dahulu.

Duterte mengatakan potensinya untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2028, jabatan yang pernah dipegang oleh ayahnya Rodrigo Duterte, tetap ada.

"Kami sedang mempertimbangkannya dengan serius, tetapi sulit untuk memutuskan tanpa angka, jadi kami harus mengetahui survei dan angka, tetapi itu masih untuk tahun depan," katanya.

Duterte dimakzulkan pada hari Rabu, karena "pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, korupsi, dan kejahatan tinggi lainnya".

Tuduhan yang dijabarkan dalam dokumen setebal 44 halaman itu mencakup dugaan rencana pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos, ibu negara Liza Marcos, dan Ketua DPR Martin Romualdez, sepupu Marcos.

Pada hari Jumat, Duterte sekali lagi mengatakan bahwa komentar yang diambil dari pidato penuh sumpah serapah di mana ia mengklaim dirinya sebagai subjek suatu plot telah diambil di luar konteks.

"Saya tidak melontarkan ancaman pembunuhan kepada presiden. Mereka satu-satunya yang mengatakan itu," kata Duterte. 

Dia juga mengatakan dia belum berbicara dengan ayahnya tentang situasi tersebut tetapi telah mengirim pesan melalui asistennya.

"Saya bilang semuanya akan baik-baik saja; balasannya adalah sebuah lagu," katanya. Dia akan menyambut masukannya dalam pembelaannya.

Sehari sebelumnya, Presiden Marcos mengatakan tidak terlibat dalam proses pemakzulan Duterte.

"Ada implikasi bahwa entah bagaimana saya memberi mereka (Kongres) perintah. Itu sama sekali tidak benar. Kami independen satu sama lain," katanya kepada wartawan. "Anda memberi saya terlalu banyak pujian."

Ketua Senat Filipina Francis Escudero mengatakan persidangan Duterte kemungkinan besar tidak akan dimulai hingga setelah pemilihan sela bulan Mei, atau selesai sebelum kongres berikutnya dimulai pada bulan Juli.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.