KIP Kuliah Akan Ganti Nama

Rabu, 05 Feb 2025, 03:03 WIB

Beasiswa Kartu Indonesia Pintar akan ­berganti nama, meskipun pergantian nama itu tidak mengubah semangat dan tujuan program.

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Brodjonegoro, mengungkapkan program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah akan berganti nama. Rencana tersebut muncul karena program KIP Kuliah merupakan program pemerintah sebelumnya.

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta/M. Ma'ruf

1738680716_50e7d0455af6a32c93ff.jpg

Foto tangkapan layar Muhamad Marup

“Dan dalam waktu dekat kami akan memberikan nama yang baru dari program ini karena disesuaikan dengan kabinet yang sedang berjalan Kabinet Merah Putih,” ujar Satryo, dalam Pembukaan Pendaftaran KIP Kuliah 2025 secara daring, Selasa (4/2).

Dia menjelaskan, program tersebut kerap berganti nama di setiap pergantian pemerintahan yang mana sebelum KIP Kuliah di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, program tersebut memiliki nama Bidik Misi saat masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, pergantian nama tidak akan mengubah semangat dan tujuan program.

“Tentu dengan semangat yang sama, yaitu memberikan beasiswa untuk Indonesia, orang Indonesia yang memang potensi pintar untuk dapat berkuliah di perguruan tinggi di Indonesia,” jelasnya.

Sebagai informasi, pendaftaran KIP Kuliah 2025 dapat dilakukan oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau bentuk lain yang sederajat yang lulus tahun 2025, 2024 dan 2023. Untuk menerima KIP Kuliah, lulusan SMA sederajat harus telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk Perguruan Tinggi baik melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), maupun Seleksi Mandiri Perguruan Tinggi pada Program Studi yang terakreditasi secara resmi dan tercatat pada sistem akreditasi nasional perguruan tinggi.

Peningkatan APK

Satryo juga menyinggung peningkatan angka partisipasi kasar (APK) perguruan tingi harus hati-hati. Menurutnya, peningkatan APK tanpa dibarengi mutu dan kualitas malah dapat menciptakan pengangguran.

Dia menilai, APK saat ini yang sebesar 33 persen masih rendah. Dia meminta perguruan tinggi selain meningkatkan APK juga meningkatkan kualitas pembelajarannya. “Kalau hanya menaikkan APK tanpa dibalangi mutu yang memadai, maka kita khawatir akan menciptakan pengangguran,” katanya.

Satryo menyebut, pihaknya berkomitmen mendukung anak-anak pintar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi agar dapat masuk dan menyelesaikan studinya di Perguruan Tinggi. Menurutnya, semua anak Indonesia punya potensi untuk menjadi pintar sehingga butuh diberi kesempatan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang memadai.

“Jadi yang kita akan mendukung adalah Indonesia yang punya potensi pintar. Yang berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi, pun dapat masuk dan menyelesaikan studinya di Perguruan Tinggi,” terangnya.

Dia berharap, mahasiswa penerima KIP Kuliah dapat terlibat dalam penelitian, inovasi, dan pembangunan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan demikian, penerima manfaat selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan masyarakat.

“Saya berharap program ini dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya untuk generasi muda di Indonesia, serta menjadi bagian lakang nyata dalam menciptakan kegunaan manusia unggul, kompetitif dan berkarakter,” tuturnya. ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.