- Home
-
- Luar Negeri
-
- OpenAI Luncurkan Fitur Cha...
OpenAI Luncurkan Fitur ChatGPT Baru untuk Riset Mendalam
Selasa, 04 Feb 2025, 02:00 WIBTOKYO â Raksasa teknologi AS OpenAI pada Senin (3/2) meluncurkan alat ChatGPT yang disebut "Deep Research" yang dapat menghasilkan laporan terperinci yang kompleks, ketika chatbot DeepSeek asal Tiongkok memanaskan persaingan di bidang kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan tersebut membuat pengumuman di Tokyo, di mana kepala OpenAI Sam Altman juga mengumumkan usaha patungan baru dengan investor teknologi SoftBank Group untuk menawarkan layanan AI canggih bagi bisnis.
Hal ini terjadi karena pendatang baru AI, DeepSeek, telah membuat Silicon Valley menjadi heboh, dengan beberapa orang menyebut kinerjanya yang tinggi dan biayanya yang rendah.
OpenAI, yang ChatGPT-nya memimpin kemunculan AI generatif ke dalam kesadaran publik pada tahun 2022, mengatakan alat barunya âmencapai dalam waktu puluhan menit apa yang akan memakan waktu berjam-jam bagi manusiaâ.
Perusahaan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan: âAnda memberinya perintah, dan ChatGPT akan menemukan, menganalisis, dan mensintesiskan ratusan sumber daring untuk membuat laporan komprehensif setingkat analis riset.â
Pada platform media sosial X, Altman mengatakan Deep Research dapat diakses oleh pengguna ChatGPT âProâ berbayar sebanyak 100 kali sebulan.
âIni adalah sistem yang menurut saya dapat melakukannya â ini hanya perkiraan saya â tetapi saya rasa dapat melakukan persentase satu digit dari semua tugas yang bernilai ekonomis di dunia,â kata Altman.
SoftBank dan OpenAI merupakan bagian dari upaya Stargate yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk menginvestasikan hingga US$500 miliar (S$684 miliar) dalam infrastruktur AI di AS.
Langkah serupa untuk membangun pusat data AI dan pembangkit listrik di Jepang dapat diumumkan ketika Altman dan CEO SoftBank Masayoshi Son bertemu Perdana Menteri Shigeru Ishiba, kata surat kabar Nikkei.
Ishiba diperkirakan akan mengunjungi Washington untuk bertemu Trump dalam pertemuan langsung pertama para pemimpin akhir minggu ini.
Pada acara bisnis mereka pada sore hari tanggal 3 Februari, Son mengumumkan usaha patungan baru yang dibagi rata antara kedua perusahaan.
Sambil memegang bola kristal ungu, taipan Jepang itu menguraikan layanan produk AI baru yang disebut Cristal, yang dapat menganalisis data sistem perusahaan, laporan, e-mail, dan rapat.
Pernyataan bersama mengatakan SoftBank akan âmenghabiskan 3 miliar dollar AS setiap tahunnya untuk menyebarkan solusi OpenAI di seluruh perusahaan grupnyaâ.
Usaha patungan ini âakan berfungsi sebagai batu loncatan untuk memperkenalkan agen AI yang disesuaikan dengan kebutuhan unik perusahaan Jepang sekaligus menetapkan model untuk adopsi globalâ, katanya.

Gali Informasi
Deep Research memungkinkan pengguna untuk menggali informasi dari berbagai sumber secara lebih mendalam, bukan sekadar mendapatkan jawaban cepat atau ringkasan.
OpenAI menyebutkan bahwa Deep Research juga dapat digunakan untuk penelitian sebelum melakukan pembelian barang yang memerlukan pertimbangan matang, seperti mobil, peralatan rumah tangga, dan furnitur.
Fitur ini tersedia bagi pengguna ChatGPT Pro dengan batas 100 pencarian per bulan, dan akan diperluas ke pengguna paket Plus dan Team, serta Enterprise di kemudian hari.
Peluncuran dilakukan secara bertahap berdasarkan lokasi geografis, dan OpenAI belum memberikan jadwal rilis untuk pengguna di Inggris, Swiss, dan Area Ekonomi Eropa (EEA).
Untuk menggunakan fitur ini, pengguna cukup memilih "Deep Research" di menu pencarian ChatGPT dan memasukkan pertanyaan, dengan opsi melampirkan file atau spreadsheet.
Saat ini, fitur ini hanya tersedia di versi web, dengan rencana integrasi ke aplikasi seluler dan desktop pada bulan ini. Proses pencarian informasi bisa memakan waktu antara 5 hingga 30 menit, dan pengguna akan mendapat notifikasi setelah hasilnya siap.
Saat ini, keluaran Deep Research masih berbentuk teks, tetapi OpenAI berencana menambahkan gambar, visualisasi data, dan analisis.
OpenAI menambahkan bahwa peta jalan tersebut juga mencakup kemampuan untuk menghubungkan "sumber data yang lebih terspesialisasi," termasuk sumber daya "berbasis langganan" dan internal.
Redaktur: Andreas Chaniago
Penulis: AFP, Antara
Berita Terkait:
-
McDonald's Belanda Menghapus Iklan AI setelah Panen Kecaman
-
PLN Jamin Pasokan Listrik di 15.000 Hunian Sementara bagi Korban Bencana Sumatra
-
Dari Pagi hingga Senja: SAR Jambi Sisir Batanghari, Cari Lansia yang Hilang
-
Peningkatan penumpang Whoosh saat libur Natal dan Tahun Baru
-
Atlet Arung Jeram Asal OKU Selatan Mewakili Indonesia di Ajang WRC Malaysia
-
Polda Sulawesi Utara Siagakan 1.034 Personel saat Natal dan Tahun Baru 2026
-
Perluas Kerajaan AI, Nvidia Rekrut Pimpinan Groq
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.