Perketat Izin Lembaga Cegah Penembakan PMI Terus Terulang
Jumat, 31 Jan 2025, 19:38 WIBJAKARTA - Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menyarankan pemerintah untuk memperketat lembaga penyaluran Pekerja Migran Indonesia (PMI) guna mencegah insiden penembakan terulang kembali.
"Jadi, pekerjaan rumah Pemerintah Indonesia itu bukan hanya mengatasi (PMI) yang di sana (luar negeri), tetapi dari sininya sudah diperketat, izin nggak bisa sembarangan, lembaga-lembaga, perusahaan-perusahaan yang mengurus tenaga kerja Indonesia ini mereka harus memenuhi kebijakan pengamanannya, itu harus ada," katanya saat ditemui usai Kongres Keluarga Maslahat NU di Jakarta, Jumat (31/1).
Menurut putri Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, pengelolaan pekerja migran di luar negeri sangat sulit, utamanya bagi PMI yang ilegal, sehingga pengetatan tersebut sangat penting untuk memberikan perlindungan sejak dari Indonesia.
"Kalau masih gampang-gampangan di Indonesia mengurus ini itunya, akhirnya si pekerja ke sananya menjadi ilegal. Kasus seperti yang terjadi di Malaysia ini, memang ada kesulitan tingkat tinggi, kalau di Malaysia atau di negara-negara sekitar Indonesia dan bahkan di Arab Saudi itu adalah pengelolaan pekerja migran yang ada di sananya, itu agak susah, apalagi kalau pekerja migran yang ilegal," ujarnya.
Alissa juga menyebutkan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) tengah berproses menjalin kerja sama perlindungan PMI dengan menandatangani kesepahaman bersama.
"Pemerintah akan membuat kerja sama atau MoU dengan PBNU dalam waktu dekat, kira-kira dua minggu lagi. Itu salah satunya dalam rangka untuk memperkuat perlindungan Pekerja Migran Indonesia," tuturnya.
Sebelumnya, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menembak sebuah kapal di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia pada hari Jumat (24/1) sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Penembakan itu menyebabkan satu WNI meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka.
Jenazah korban tewas telah dipulangkan dan tiba di Riau, kampung halamannya, Rabu (29/1). Sementara itu, empat korban lainnya telah mendapatkan perawatan di rumah sakit, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Janice Tjen Ikuti Jejak Yayuk Basuki di Top 50 Dunia
-
Operasi Keselamatan Agung, Polda Bali Utamakan Tindak lewat ETLE
-
Polres OI Sebut Bakal Jemput Paksa Dua Tersangka Pelecehan Mahasiswi KKN
-
BMKG: Indonesia Didominasi Hujan Ringan dan Awan Tebal pada Sabtu
-
Wakil Panglima TNI Buka Kejuaraan Taekwondo Internasional Panglima TNI Cup 2025
-
Bersepeda dengan Istri, Zetro Leonardo Dieksekusi Hanya Beberapa Meter dari Apartemennya
-
Bebani Pekerja Migran, Kemen P2MI Minta BI Benahi Remitansi Pekerja Migran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.