Cegah Kecelakaan saat Jelang Imlek, Puluhan Bus Jalani 'Ramp Check' di Terminal Kalideres
Jumat, 24 Jan 2025, 00:03 WIBJakarta - Puluhan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kalideres, Jakarta Barat menjalani pemeriksaan keselamatan transportasi (ramp-check) menjelang libur bersama dalam perayaan Imlek 2025, Kamis.
Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen di Jakarta, Kamis, mengatakan, dalam pelaksanaan "ramp check" itu melibatkan Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Kedaung Angke, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat dan jajaran Polsek Kalideres.
âRamp check ini untuk pemeriksaan kelayakan bus yang akan diberangkatkan. Karena itu penting ya agar keselamatan para penumpang bisa terjaga dan selamat sampai ke tempat tujuan,â ujarnya.
"Ramp check" yang dilakukan meliputi pemeriksaan komponen kendaraan seperti sistem rem, kemudi, tekanan dan kondisi ban, speedometer, kestabilan roda depan, emisi gas buang, kaca, wiper (penyapu kaca), lampu hingga klakson.
Revi menyebut bahwa armada bus yang menjalani "ramp check" berjumlah 30 hingga 35 unit.
âPemeriksaan itu setiap hari minimal antara 30 sampai 35 bus. Karena setiap satu kali pemeriksaan bus itu bisa memerlukan waktu antara 20 sampai 30 menit," tuturnya.
Dua unit armada pelayanan uji Kendaraan Bermotor (KIR) keliling ukuran besar dan kecil juga dikerahkan selama proses "ramp check" untuk memudahkan proses uji kelayakan bus.
âJadi, jemput bola ke terminal. Kita lihat busnya, kalau ada yang mencurigakan, kira-kira tidak layak jalan akan kita periksa. Tapi, kalau untuk yang kasat mata bus terlihat bagus, kita cek kelayakannya. Kalau tidak, nanti langsung kita bawa ke uji KIR keliling,â ucap Revi.
Revi menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan ada bus yang tidak layak, maka dilarang beroperasi.
âKalau ada bus yang tidak layak jalan, itu tidak boleh diberangkatkan. Itu harus diperbaiki lebih dahulu ya. Jadi, tidak ada toleransi untuk itu, dia harus diperbaiki di tempat,â tegasnya.
Menurut dia, komponen penting dalam bus yang akan diberangkatkan harus dalam kondisi baik. âJadi, dia harus berfungsi semua ya, seperti sistem rem, roda, kemudi, kemudian lampu kalau ada yang rusak itu harus segera diperbaiki di tempat, karena itu menyangkut aspek keselamatan. Tidak ada tawar-menawar, itu harus dilarang operasi. Harus langsung diperbaiki di tempat,â papar Revi.
Selain "ramp check", pihaknya juga melakukan tes urine pengemudi bus.
"Kita kerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kemudian Sudin Kesehatan Jakarta Barat. Kita memastikan para sopir yang mengemudikan kendaraan tersebut dalam kondisi sehat, sehingga tidak membahayakan keselamatan penumpang. Jangan sampai ada yang terpapar narkoba begitu," katanya.
- imlek
- Kecelakaan
- liburan
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BMKG Imbau Warga Waspadai Rob dan Hujan Lebat saat Lebaran 2026 di Jabar
-
Sopir Ngantuk Berat, Kendaraan Pemudik Loncat ke Parit di OKU Timur, Korban Nihil
-
MacBook Pro Hadir dengan M5 Pro & M5 Max, Baterai Tahan Seharian Penuh!
-
Pesta Adat Lom Plai untuk Pelestarian Tradisi dan Budaya Kaltim
-
Pekerja Pembersih Kaca Apartemen di Surabaya Tewas saat Badai Hujan Disertai Angin Kencang
-
Jabodetabek Diguryur 30.000 Ekor Sapi untuk Idul Adha
-
Tiket Final Four Terkunci, Samator Singkirkan Medan Falcons, Siapa Lawan Selanjutnya?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.