Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Wujudkan Perdamaian, Utusan PBB Uraikan Tantangan Bagi Pemerintahan Baru Suriah

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Wujudkan Perdamaian, Utusan PBB Uraikan Tantangan Bagi Pemerintahan Baru Suriah Doc: ANTARA/Xinhua/Ammar Safarjalani
Ket. Orang-orang berpartisipasi dalam sebuah kampanye pembersihan lingkungan di Damaskus, Suriah, pada 19 Januari 2025.

Damaskus - Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah, Geir Pedersen, pada Rabu (22/1) menyebutkan tujuh hambatan yang dihadapi jajaran kepemimpinan baru Suriah, mulai dari integrasi faksi-faksi bersenjata ke dalam satu kekuatan nasional hingga mengakhiri sanksi dan mendorong pemulihan ekonomi.

"Yang pertama adalah menyatukan kelompok-kelompok bersenjata di bawah satu pasukan nasional," kata Pedersen kepada para wartawan dalam konferensi pers di Damaskus.

"Yang kedua adalah tantangan khusus di timur laut, dan yang ketiga adalah memastikan perlindungan bagi seluruh warga Suriah. Keempat, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, adalah transisi politik. Kelima adalah keadilan transisional. Keenam, masalah sanksi, pemulihan ekonomi, dan rekonstruksi. Dan ketujuh, terakhir namun tak kalah penting, adalah kehadiran Israel," katanya.

Pedersen menekankan bahwa transisi politik, yang mencakup konstitusi baru dan pemilihan umum yang bebas, haruslah "dipimpin oleh masyarakat Suriah dan menjadi milik masyarakat Suriah" agar dapat berhasil. "Kita membutuhkan transisi yang inklusif," ujarnya.

Utusan tersebut juga menyerukan agar sanksi-sanksi dicabut guna mempercepat rekonstruksi Suriah, seraya menambahkan bahwa mungkin butuh waktu sebelum negosiasi perihal pencabutan semacam itu dapat dilakukan dengan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Mengenai kekhawatiran tentang wilayah timur laut, yang berkaitan dengan konflik antara kelompok-kelompok yang didukung Turkiye dan kelompok-kelompok yang dipimpin Kurdi yang didukung AS, Pedersen mendesak dukungan terhadap negosiasi yang sedang berlangsung. Dia juga memperingatkan bahwa berlanjutnya permusuhan antara pemerintahan baru Suriah dan angkatan bersenjata setempat tidak akan menguntungkan siapa pun.

Pedersen kembali menegaskan kesediaan PBB untuk membantu pemerintahan transisional Suriah, seraya menekankan bahwa proses ini akan membutuhkan kerja sama internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.