Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ngeri Kalau Sampai Berkeliaran ke Pemukiman, BBKSDA Riau Bentuk Tim Tangani Lepasnya Buaya dari Penangkaran

📅 Rabu, 15 Jan 2025, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ngeri Kalau Sampai Berkeliaran ke Pemukiman, BBKSDA Riau Bentuk Tim Tangani Lepasnya Buaya dari Penangkaran Doc: ANTARA/HO-BBKSDA Riau
Ket. Tim gabungan BBKSDA Riau, Polsek Bulang dan instansi lainnya melakukan patroli dan evakuasi buaya penangkaran yang lepas di Pulau Bulan, Sagulung, Kota Batam, Senin (13/1/2025).

Batam - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membentuk tim melibatkan personel dari Polsek Bulang dan TNI melakukan patroli untuk mengevakuasi sejumlah buaya penangkaran di Pulau Bulan, Kota Batam, Kepulauan Riau yang lepas akibat banjir.

“Kami sudah membentuk tim gabungan untuk patroli sejak kemarin (Senin-red), dan bersyukur sudah kami dapatkan tiga ekor buaya dari lima ekor yang lepas,” kata Kepala Seksi Wilayah II Batam BBKSDA Riau Tommy Steven Sinambela saat dihubungi ANTARA, Selasa.

Dia menyebut hingga malam ini tim gabungan masih berpatroli untuk mengevakuasi sisa buaya yang lepas dari penangkarannya.

Selain itu, kata dia, Tim BBKSDA Riau dan Polsek Bulang serta TNI sudah ke lokasi penangkaran buaya di Pulau Bulan, untuk mengetahui penyebab lepasnya buaya-buaya penangkaran tersebut.

“Hasil kunjungan ke lokasi, ada satu dinding di salah satu kolam penangkaran yang jebol karena banjir,” katanya.

Menurut dia, jebolnya dinding penangkaran buaya itu telah diantisipasi oleh pihak penangkaran dengan membuat dinding sementara.

“Kemarin langsung diantisipasi oleh pihak penangkaran dengan membuat dinding penahan sementara,” ujarnya.

Tommy menyebut persoalan lepasnya buaya tersebut menjadi kewenangan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) sebagaimana diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati.

Namun, bentuk tanggungjawab moril, BBKSDA yang memiliki kewenangan perizinan penangkaran sehingga turut melakukan upaya mengevakuasi satwa reptil tersebut.

Adapun buaya yang sudah berhasil dievakuasi dibawa kembali ke penangkaran tersebut yang tersisa dua kolam besar yang masih aman dari banjir.

“Sisa dua buaya yang masih belum dievakuasi diperkirakan masih berada di sekitar lokasi, karena sekitarnya rawa-rawa. Buaya ini tidak mungkin jauh karena sudah terbiasa dikasih makan,” kata Tommy.

Sementara itu, Polsek Bulang telah membuat imbauan kepada warga untuk waspada dan mengurangi aktivitas di laut menyusul lepasnya buaya penangkaran tersebut.

Peristiwa jebolnya kolam penangkaran buaya di Pulau Bulan, Kecamatan Sagulung, Kota Batam terjadi Senin (13/1) dini hari, diduga akibat banjir yang disebabkan curah hujan yang tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.