- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korsel Konfirmasi Ukraina ...
Korsel Konfirmasi Ukraina Tangkap 2 Tentara Korut
Senin, 13 Jan 2025, 02:50 WIBSEOUL - Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (Korsel) pada Minggu (12/1) mengkonfirmasi pernyataan Ukraina tentang penangkapan dua tentara Korea Utara (Korut) yang terluka pekan lalu ini di Russia, setelah Kyiv mengatakan mereka sedang menginterogasi tawanan perang tersebut.
Penangkapan ini memperkuat tuduhan dari Ukraina, Amerika Serikat (AS), dan Korsel yang sebelumnya menyatakan bahwa Korut telah mengirim lebih dari 10.000 tentara untuk membantu memperkuat pasukan Russia.
Badan Intelijen Nasional (NIS) Seoul mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mengkonfirmasi bahwa militer Ukraina menangkap dua tentara Korut pada tanggal 9 Januari di medan perang Kursk di Russia.
Pada Sabtu (11/1), intelijen Ukraina (SBU) merilis sebuah video yang memperlihatkan dua pria di ranjang rumah sakit, satu dengan tangan diperban dan yang lainnya dengan rahang diperban. Seorang dokter di pusat penahanan mengatakan pria pertama juga mengalami patah kaki.
SBU mengatakan bahwa para pria itu menyatakan kepada para interogator bahwa mereka adalah prajurit angkatan darat yang berpengalaman, dan seorang di antaranya mengatakan dia dikirim ke Russia untuk pelatihan, bukan untuk berperang.
Namun Kyiv tidak memberikan bukti langsung bahwa orang-orang yang ditangkap itu adalah warga Korut dan AFP tidak dapat memverifikasi kewarganegaraan mereka secara independen.
NIS juga mengatakan salah satu tentara yang ditangkap mengungkapkan selama interogasinya bahwa ia menerima pelatihan militer dari pasukan Russia setelah tiba di sana pada November lalu.
"Awalnya ia mengira dirinya dikirim untuk mengikuti pelatihan, tetapi setelah tiba di Russia ia menyadari bahwa dirinya telah dikerahkan dalam pertempuran," kata NIS.
Prajurit itu juga mengatakan bahwa pasukan Korut telah mengalami kerugian besar selama pertempuran. Menurut badan intelijen Seoul, salah satu pria tidak diberi makan atau minum selama empat hingga lima hari sebelum ditangkap.
NIS mengatakan akan terus bekerja sama dengan SBU untuk berbagi informasi tentang pejuang Korut di Ukraina.
Baik Russia maupun Korut belum bereaksi terhadap laporan intelijen tersebut.
Perluas Kerja Sama
Russia dan Korut telah meningkatkan hubungan militer mereka sejak invasi Moskwa ke Ukraina, meskipun keduanya belum mengkonfirmasi bahwa pasukan Pyongyang berperang untuk Moskwa.
Dalam kunjungannya ke Seoul bulan ini, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan Washington DC yakin Russia memperluas kerja sama luar angkasa dengan Korut sebagai imbalan atas kontribusi pasukannya dalam melawan Ukraina.
Mengulang pernyataan yang baru-baru ini dibuat oleh duta besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Linda Thomas-Greenfield, Blinken mengatakan AS juga yakin bahwa Russia mungkin hampir menerima secara resmi status Korut sebagai negara dengan kekuatan nuklir.
Pernyataan itu dilontarkan saat Korut menguji coba misil hipersonik baru saat Blinken mengunjungi Korsel. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
-
5.200 Warga Buleleng Turun ke Pantai, Aksi Serentak Bersihkan 7 Titik Pesisir
-
Polda Babel Amankan Tiga Pelaku Pengeroyok Wartawan di PT PMM
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.