Kelompok Pendukung Wapres Duterte Gelar Demo Tolak Pelengseran

Senin, 13 Jan 2025, 02:40 WIB

MANILA - Sekolah-sekolah dan kantor-kantor pemerintah akan ditutup dan ribuan polisi akan dikerahkan pada Senin (13/1) untuk mengantisipasi demonstrasi yang direncanakan oleh sekitar sejuta orang yang menentang seruan untuk melengserkan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte, kata para pejabat.

Persiapan keamanan diumumkan pada Jumat (10/1) lalu menjelang digelarnya unjuk rasa damai nasional oleh kelompok agama berpengaruh yang pada Desember lalu menyatakan menentang langkah-langkah di DPR untuk memakzulkan Duterte.

Ket. Foto: Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte — Sumber: AFP/TED ALJIBE

Kelompok agama yang kuat ini, yang diperkirakan memiliki lebih dari dua juta anggota, memiliki pengaruh besar di Filipina, di mana 80 persen penduduknya beragama Katolik.

Tiga pengaduan pemakzulan telah diajukan dalam dua bulan terakhir terhadap Duterte, mantan sekutu Presiden Ferdinand Marcos Jr, dan ia juga sedang diselidiki atas dugaan rencana pembunuhan terhadap presiden.

Kelompok agama itu mengumumkan lewat jaringan televisinya pada Desember lalu bahwa mereka menentang seruan untuk pemakzulan Duterte, putri mantan pemimpin Rodrigo Duterte dan yang secara luas diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2028.

“Kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah di ibu kota akan ditutup pada tanggal 13 Januari untuk memungkinkan penyelenggaraan acara yang terorganisasi,” ucap Sekretaris Eksekutif Presiden Marcos Jr, Lucas Bersamin, dalam perintah tertulis pada 10 Januari lalu.

Otoritas Pembangunan Metropolitan Manila berencana menutup jalan utama di ibu kota untuk unjuk rasa tersebut.

"Kami mengantisipasi satu juta peserta yang datang dari berbagai provinsi ke demonstrasi tersebut menggunakan ribuan kendaraan,” kata direktur badan pemerintah Romando Artes dalam sebuah konferensi pers.

Kepala polisi Filipina Rommel Marbil mengatakan pada Jumat lalu bahwa ia akan mengerahkan 2.500 petugas polisi untuk menjaga perdamaian selama unjuk rasa Manila.

Aksi unjuk rasa serupa direncanakan pada hari yang sama di 13 pusat provinsi lainnya, kata Marbil dalam sebuah wawancara di stasiun radio Manila DWPM.

Ujian Utama

Pengaduan pemakzulan tersebut menuduh Duterte menyalahgunakan dana negara senilai jutaan dollar dan merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Marcos Jr. Wapres Duterte membantah tuduhan tersebut.

DPR belum mengajukan satu pun keluhan untuk dibahas menjelang pemilihan sela tanggal 12 Mei, di mana blok suara kelompok beragama yang berpengaruh itu dapat memutuskan hasil jabatan kongres dan pemerintahan daerah yang diperebutkan ketat.

Pemilu bulan Mei dipandang sebagai ujian utama bagi keluarga Duterte dan Marcos, dua klan politik paling berpengaruh di negara itu, menjelang pertarungan yang diperkirakan akan berlangsung untuk memperebutkan kursi kepresidenan pada tahun 2028.

Presiden Marcos Jr sebelumnya telah mendesak DPR untuk tidak melanjutkan upaya pemakzulan, yang menurutnya tidak akan memberikan manfaat apapun selain mengalihkan perhatian pemerintah dari agenda pembangunannya. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.