Perhatian Pasar Masih Tertuju pada The Fed, Cek Prediksi IHSG Jelang Akhir Pekan
Jumat, 10 Jan 2025, 08:48 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diÂperkirakan cenderung bergerak datar, jelang akhir pekan ini. Perhatian pasar masih tertuju pada prospek kebijakan moneter daei bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis TamÂbolang melihat IHSG masih dibayangi oleh risalah rapat deÂwan kebijakan The Fed (FOMC) yang mengindikasikan bank senÂtral mengerem langkah normalisasi suku bunga acuan. Dalam risalah tersebut, The Fed pun mengakui kekhawatiran dampak kebijakan Presiden DoÂnald Trump terhadap upaya-upaya normalisasi inflasi di AS.
Karenanya, Alrich memproyeksikan IHSG dalam perdaÂgangan, Jumat (10/1), kembali bergerak konsolidasi di kiÂsaran 7.030-7.130.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/1) sore, ditutup turun melemah 15,76 poin atau 0,22 perÂsen ke posisi 7.064,59, mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
âBursa regional Asia cenderung bergerak melemah, paÂsar tampaknya merespon risalah The Fed yang menunjukÂkan akan ada perlambatan pelonggaran kebijakan moneter di tengah inflasi diprediksi masih berlanjut,â sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Para pejabat The Fed khawatir tentang inflasi yang terus-menerus dan dampak potensial dari perubahan kebijakan perdagangan dan imigrasi di bawah pemerintahan Donald Trump yang akan datang.
The Fed juga mengisyaratkan mungkin sudah mendeÂkati titik di mana akan tepat untuk memperlambat laju peÂlonggaran kebijakan.
Selanjutnya, pasar juga memiliki pandangan terkait rilis data ekonomi Tiongkok, yang mana harga konsumen di Tiongkok naik hanya 0,1 persen pada Desember 2024, keÂnaikan terendah dalam sembilan bulan, sementara harga produsen terus mengalami kontraksi selama 27 bulan berÂturut-turut.
Data ini menyoroti tekanan deflasi yang berpotensi meÂningkat di Tiongkok, meskipun ada langkah-langkah duÂkungan moneter dan fiskal yang sedang berlangsung.
Sentimen pasar semakin terbebani oleh laporan yang menunjukkan bahwa Donald Trump sedang mempertimÂbangkan untuk mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional untuk membenarkan tarif yang luas pada sekutu dan musuh.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Pemeriksaan Fadia Arafiq di KPK
-
AHY Dorong Hunian TOD di Kota Besar untuk Atasi Keterbatasan Lahan
-
Regulasi Baru Guncang Peta Persaingan F1
-
Liga Champions: Gol Penalti Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan di Kandang Newcastle
-
Tak Tanggung-tanggung, Maluku Sajikan 47 Event Wisata di 2026 untuk Dongkrak Kunjungan Turis
-
Singkirkan Khamenei, Trump Ingin Lanjutkan Perundingan dengan Pemimpin Baru Iran
-
Whoosh Ngebut Lagi, 62 Perjalanan Siap Layani Penumpang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.