Mataram Usulkan Pemecah Gelombang Antisipasi Abrasi Pantai Ampenan

Kamis, 02 Jan 2025, 16:20 WIB

Mataram -- Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat untuk pembuatan alat pemecah gelombang (jetty) guna antisipasi abrasi di kawasan objek wisata Pantai Ampenan.

"Pemecah gelombang di kawasan Pantai Ampenan jadi kebutuhan mendesak agar fasilitas yang sudah kami bangun tidak rusak karena gelombang pasang," kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di Mataram, Kamis.

Dia mengatakan hal itu di sela kunjungan ke areal wisata Pantai Ampenan yang merupakan bekas Pelabuhan Ampenan dan saat ini dikembangkan sebagai kawasan Kota Tua yang sarat dengan nilai-nilai sejarah.

Dia  mengatakan gelombang pasang menjadi masalah yang tidak bisa dihindari setiap tahun dan berdampak pada abrasi di sepanjang 9,1 kilometer pantai di Kota Mataram.

Apalagi kawasan Pantai Ampenan saat ini sudah rampung direvitalisasi, termasuk anjungan di sempadan pantai dan sudah dilengkapi dengan riprap atau pengaman tanggul.

"Hanya saja, upaya itu belum bisa maksimal karena ancaman abrasi akibat gelombang pasang masih berpotensi terjadi," katanya.

Ia menyatakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram bersama Asisten II Sekda Kota Mataram telah diminta mengajukan proposal bantuan pembuatan alat pemecah gelombang ke Kementerian PUPR RI.

Kepala Dinas PURP Kota Mataram Lale Widiahning sebelumnya mengatakan anggaran yang diusulkan untuk pembangunan alat pemecah gelombang di Pantai Ampenan sebesar Rp45 miliar, termasuk untuk pemasangan riprap.

"Untuk pemecah gelombang akan dibangun 400 meter menjorok ke pantai, sedangkan riprap yang akan kami pasang sepanjang 700 meter ke arah utara dan selatan dengan lebar sekitar 1,5 meter," katanya.

Dia mengatakan alat pemecah gelombang yang akan dipasang itu sama dengan yang sudah dipasang di muara Sungai Jangkuk dan Pantai Loang Baloq, yang sejauh ini keberadaan pemecah gelombang di dua titik tersebut cukup efektif mencegah abrasi.

Oleh karena itu, pembangunan alat pemecah gelombang dan riprap dinilai mendesak karena kawasan Pantai Ampenan yang saat ini menjadi objek wisata Kota Tua merupakan titik rawan abrasi.

"Untuk melindungi berbagai fasilitas yang dibangun pemerintah di areal tersebut harus didukung dengan dua komponen tersebut agar tidak berdampak abrasi," katanya.

Dia mengharapkan pembangunan alat pemecah gelombang dan riprap dapat melindungi berbagai aset dan fasilitas pemerintah di kawasan Pantai Ampenan.

Selain itu, katanya, hal terpenting bisa memberikan rasa aman dan nyaman setiap pengunjung atau wisatawan Pantai Kota Tua Ampenan.

"Kondisi itu tentu akan memberikan dampak positif secara ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan warga sekitar sesuai dengan target pemerintah," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.