Realisasikan Ketahanan Pangan Sektor Peternakan, Kemenkop-Kadin Inisiasi Bangun Pabrik Pakan Ternak
Kamis, 12 Des 2024, 13:20 WIBJAKARTA â Kementerian Koperasi (Kemenkop) siap berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dalam meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia dengan mengembangkan pakan ternak memadai, agar dapat memaksimalkan produksi peternakan di tanah air.
âKarena ketahanan pakan ternak ini penting. Kalau tanpa pakan yang memadai, Indonesia nggak bisa memproduksi hasil-hasil peternakan yang maksimal. Mulai dari ayam, ikan, sapi, domba, kambing, dan sebagainya,â ujar Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi di Jakarta, Kamis (12/12).
Menkop melanjutkan, pihaknya bersama Kadin menginisiasi untuk mendorong pembentukan pabrik pakan ternak. âDan inilah potensi kita, potensi bangsa Indonesia untuk swasembada pangan, khususnya di sektor peternakan,â tegasnya.
Dirinya berharap, dengan dukungan dan berbagai upaya yang akan dilakukan Kadin, swasembada pangan di bidang peternakan dapat segera terwujud. "Kita tidak bisa lagi mengandalkan impor. Ketahanan pangan adalah fondasi utama untuk masyarakat, terutama di tengah ketidakstabilan geopolitik," ucapnya.
Tak hanya itu, dengan inisiatif ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai kemandirian dalam sektor peternakan dan memenuhi kebutuhan pangan nasional. Yang salah satunya juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depannya.
Pada kesempatan sama, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Peternakan Cecep Muhammad Wahyudin menuturkan, Kadin berencana untuk memaksimalkan pabrik-pabrik yang saat ini tidak beroperasi. Terutama milik Pemerintah Daerah (Pemda) di sentra produksi seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kami akan menjalin kerja sama dengan pabrik pakan swasta yang utilitasnya masih di bawah 100 persen,â ungkapnya.
Kadin juga berkomitmen untuk mencari bahan baku pakan yang lebih murah melalui kerja sama dengan koperasi dan Kementerian Koperasi.
Sebagai langkah awal, Kadin akan melakukan sinkronisasi data terkait berapa kebutuhan sapi potong, ayam petelur dan lainnya. Setelah itu dikalkulasikan dengan berapa kapasitas yang tersedia dan berapa kebutuhan bahan baku yang ada.
Hasil dari analisa tersebut juga akan diintegrasikan dan diskusikan bersama-sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. "Target kami adalah mencapai swasembada pangan, terutama dalam penyediaan pakan yang berkualitas untuk menekan harga hasil produksi," tegasnya.
Berita Terkait:
-
Proliga 2026: Livin' Mandiri Tekuk Popsivo Polwan di Penutup Seri Bandung
-
Kumamoto Masters Tersisa Gregoria
-
ATP Finals, Djokovic Mundur, Peluang Lorenzo Musetti Tampil Pertama
-
Sertijab Kepala BRIN
-
IHSG Hari Ini Tersandung Aksi Profit Taking, Investor Pilih Amankan Cuan
-
DKI Tetap Prioritaskan Pembangunan Kembali Rusunawa Marunda
-
Kejar Target, Menkop Sebut 27.000 Koperasi Desa Merah Putih Sudah Selesai Dibangun, 35.000 Lagi Menyusul
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.